in

Menteri PPPA Apresiasi Perlindungan Perempuan dan Anak Yang Menjadi Korban Banjir di Kota Semarang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati/dok.

 

HALO SEMARANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati meninjau korban banjir di Kota Semarang, Selasa (9/2/2021).

Pada kesempatan ini, Bintang didampingi Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny N Rosalin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah, Retno Sudewi dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Bintang meninjau kondisi korban banjir, khususnya perlindungan terhadap perempuan lanjut usia (lansia), ibu hamil dan anak-anak yang berada di posko peduli banjir Masjid At-Taqwa Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk.

“Perlindungan kepada mereka yang membutuhkan yaitu ibu hamil, perempuan lansia, dan anak-anak pada saat bencana sangat diperlukan. Khususnya kepada anak-anak, sarana dan prasarana yang harus mereka dapatkan,” ujarnya kepada para awak media.

Selain itu, melihat keadaan di pengungsian, Bintang mengapresiasi Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang yang sudah memperhatikan hak-hak anak. Hal tersebut diharapkan dapat terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kami bersyukur, kerja sama yang baik telah dilakukan pemerintah daerah dalam pemenuhan hak-hak anak, betul-betul menjadi perhatian. Inilah yang kami harapkan kedepan,” imbuhnya.

Kementerian PPPA telah melakukan koordinasi dengan kementerian atau lembaga perihal evakuasi dan penanganan kepada korban bencana di pengungsian yang mengedepankan hak perempuan dan anak.

“Kami pun di jajaran pemerintah pusat, di kementerian melakukan koordinasi secara intens dengan kementerian atau lembaga. Yang ke depan kita ada SOP, yang kami takutkan tidak hanya pada proses evakuasi, namun bagaimana penanganan di tempat pengungsian ini betul-betul perspektif perempuan dan anak, ya kebutuhannya perlindungan yang kita berikan,” bebernya.

Bintang menuturkan, terkait perlindungan perempuan dan anak dalam penanganan bencana itu berbeda-beda. Misalnya banjir, menurutnya, para korban dapat segera kembali ke rumah masing-masing.

“Dalam penanganan banjir, mungkin dalam waktu segera mereka dapat kembali ke tempat masing-masing. Namun kalau kita melihat keadaan seperti di Mamuju, Sulawesi Barat, mereka (korban) perlu rentang waktu yang cukup panjang,” tuturnya.

Dalam hal ini Bintang kembali menegaskan, tujuan dari peninjauan di lokasi bencana, yaitu perlunya perhatian atas hak-hak yang perlu diberikan kepada perempuan dan anak yang menjadi korban bencana. Bintang menggarisbawahi, kepedulian kepada perempuan dan anak adalah kewajiban bersama.

Saat meninjau korban banjir Kementerian PPPA juga memberikan bantuan, di antaranya perlengkapan yang dibutuhkan perempuan dan anak.(HS)

Share This

Banjir di Kota Semarang Masih Merendam Empat Kecamatan

Gerakkan Gugur Gunung Dicanangkan Untuk Pulihkan Wilayah Pasca-Bencana