Mensos Risma Terjunkan 700 Personel Tagana Tangani Gempa Jatim

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menerjunkan 700 personel taruna siaga bencana (Tagana), dalam masa tanggap darurat bencana gempa tektonik M 6,1 yang menggucang Malang, Sebtu (10/4) lalu.

Sebanyak 700 personel Tagana yang berasal dari 10 kabupaten dan kota se-Jatim tersebut, diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi korban, membangun shelter, mendirikan dapur umum, dan menyelenggarakan layanan dukungan psikososial.

Risma Minggu (11/04) kemarin juga telah datang ke lokasi terdampak gempa, untuk menyalurkan bantuan, sekaligus menemui para penyintas gempa.

- Advertisement -

“Yang sabar ya Bapak/Ibu. Mudah-mudahan situasi segera pulih,” kata dia, seperti dirilis Setkab.go.id.

Risma juga mengunjungi pengungsi di Kabupaten Lumajang, Jatim untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Sebelumnya, pascabanjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) Mensos juga terjun ke lokasi terdampak untuk memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tektonik magnitudo 6,7 yang kemudian di-update menjadi magnitudo 6,1 terjadi Sabtu (10/04) pukul 14.00.16 WIB di wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa, dengan episenter pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 kilometer arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim pada kedalaman 80 kilometer.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi pergerakan naik (thrust fault),” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Sabtu (10/04).

Kepala BMKG mengungkapkan, tak hanya di wilayah Malang, guncangan akibat gempa juga dirasakan oleh warga, di sejumlah daerah antara lain yaitu Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Mojokerto, Semarang, Klaten, Yogyakarta, bahkan hingga beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat dan Bali. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.