in

Menlu RI Tekankan Pentingnya Berbagi Dosis Vaksin untuk Penanganan Pandemi Global

Menlu RI Retno LP Marsudi memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin Covid-19 dose-sharing dari AS dan Prancis, Jumat (17/09), secara virtual, (Sumber: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, menekankan pentingnya mekanisme berbagi dosis atau dose-sharing vaksin Covid-19, dalam upaya penanganan pandemi global.

“Dose-sharing sangat penting, dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan akses vaksin masih lebar,” ujarnya, dalam keterangan pers secara virtual, terkait kedatangan dukungan vaksin dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Pemerintah Prancis, Jumat (17/09).

Terkait kesenjangan tersebut, papar Menlu, kerja sama vaksin multilateral COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin, hingga akhir tahun ini dan menetapkan tenggat waktu terbaru menjadi kuartal pertama tahun 2022.

Arti penting dose-sharing, ungkap Retno, juga digarisbawahi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan negara-negara anggota G20, 5 September lalu.

“Dirjen WHO menyebutkan, tiga langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin,” kata dia, seperti dirilis Setkab.go.id.

Langkah pertama adalah queue swapping, atau pertukaran antrean dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, dengan negara dengan tingkat vaksinasi rendah, termasuk melalui COVAX Facility

“Langkah kedua adalah mempercepat realisasi dose-sharing, dan yang ketiga transfer teknologi dan know how untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menlu RI pun mengapresiasi komitmen berbagi dosis dari sejumlah negara sahabat.

Indonesia menerima pengiriman 2,6 juta dosis vaksin Pfizer dukungan dose-sharing dari AS, Jumat (17/09) dan 968 ribu dosis vaksin AstraZeneca dukungan dose-sharing dari Prancis, Kamis (16/09)

“Dose-sharing dari Amerika Serikat dan Perancis ini selain mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Perancis, juga merupakan wujud komitmen semua negara untuk terus berkolaborasi menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menlu RI juga menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus diperkuat untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah menargetkan untuk melakukan vaksinasi terhadap 208 juta penduduk guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Berbagi terobosan akan terus dilakukan dan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang,” tegasnya. (HS-08)

Share This

Menag Minta ASN Ubah Citra “Tua” Kemenag Jadi Progresif dan Responsif

Perwil Jateng Kembali Dibuka, Ini Ketentuan Bagi Pengunjung