Menkominfo Paparkan Empat Pilar Percepatan Transformasi Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G  Plate, dalam International Virtual Conference: Indonesia 5G Roadmap and Digital Transformation, dari Jakarta, Kamis (10/12). (Foto : Kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Kominfo saat ini tengah mendukung percepatan transformasi digital, melalui empat pilar yang komprehensif.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G  Plate, saat menyampaikan keynote speech, dalam International Virtual Conference: Indonesia 5G Roadmap and Digital Transformation, dari Jakarta, Kamis (10/12).

Acara yang digelar oleh Kementerian Kominfo itu, menghadirkan perwakilan Ekosistem Global Industri 5G dan perusahaan telekomunikasi Indonesia.

Menurut Menteri Johnny, pilar pertama adalah menggelar infrastruktur digital yang lebih kuat dan inklusif di seluruh Indonesia. Adapun yang kedua, adalah meningkatkan literasi digital dan sumber daya manusia, sebagai sarana untuk meningkatkan dan melatih kembali talenta digital Indonesia.

“Pilar ketiga adalah adopsi pendukung teknologi, dan keempat undang-undang utama di sektor TIK. Ini termasuk melalui penyelesaian Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (GDPR),” “kata Menteri Kominfo, dalam rilis yang disampaikan Kominfo.go.id.

Menurut Menteri Johnny, pilar regulasi harus segera selesai, untuk melindungi kedaulatan data. Selain pilar regulasi, tiga pilar lainnya juga penting untuk membangun ekosistem digital yang kondusif.

“Terlepas dari pentingnya tiga pilar pertama, pilar regulasi menegaskan keharuan untuk menegakkan dan meningkatkan kedaulata data, termasuk aliran data lintas batas yang didasarkan pada prinsip transparansi, keabsahan, keadilan, dan timbal balik. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, bersama-sama kita dapat membina ekosistem digital yang kondusif bagi inovasi dan investasi,” ajaknya.

Dalam pengantar konferensi itu, Menteri Kominfo menegaskan keseriusan Pemerintah Indonesia, untuk menciptakan terobosan dalam mendorong inovasi.

Hal itu sudah ditunjukkan dengan pengesahan Omnibus Indonesia tentang Penciptaan Lapangan Kerja dalam bentuk UU Cipta Kerja: UU No. 11 Tahun 2020.

“UU Cipta Kerja juga akan memungkinkan operator telekomunikasi untuk berbagi spektrum untuk teknologi canggih seperti 5G, yang akan menciptakan efisiensi akhir yang digabungkan dengan pangsa pasif. infrastruktur dan jaringan aktif,” tandasnya.

Semua langkah itu dalam pandangan Menteri Johnny menjadi kunci untuk mendorong pengembangan jaringan 5G di Indonesia.

“Penerapan langkah-langkah regulasi yang gesit dan fleksibel ini diperlukan sebagai terobosan besar untuk mendukung lingkungan digital yang inklusif dan kompetitif serta mendorong peluncuran jaringan 5G di Indonesia,” ungkapnya.

Berbagi

Menteri Kominfo mengharapkan seluruh peserta bisa berbagi insight, data dan pengalaman untuk memanfaatkan teknologi 5G dalam mempercepat transformasi digital terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh pembicara dan partisipan yang membahas tema penting yang menjadi perhatian ketika saya pertama kali menjabat sebagai menteri. Saya berharap para pembicara dapat berbagi wawasan, data, dan pengalaman tentang kekuatan teknologi 5G untuk mempercepat transformasi digital bangsa, khususnya negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya.

Menteri Johnny mengapresiasi pembicara yang mewakili komunitas TIK global. “Kami beruntung dapat mengumpulkan jajaran pembicara hebat yang mewakili komunitas TIK global, mulai dari perwakilan ITU, GSMA, GSA, ATSI dan tentunya dari Kementerian Kominfo diwakili Dr. Ismail, Direktur Jenderal yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumberdaya alam kritis dan terbatas abad ke-2: spektrum frekuensi radio,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutan Menteri Kominfo mengutip frasa latin, per aspera ad astra, melalui kesulitan menuju bintang. “Di antara bintang-bintang di langit, beristirahatlah sumber daya alam kita yang besar, spektrum radio yang membutuhkan kerja keras kita untuk memanfaatkan dan mengoptimalkannya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengajak semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, dan bekerja bahu membahu untuk penerapan 5G. “Melalui kerja sama yang kuat, saya yakin bahwa kesulitan dalam penerapan 5G akan teratasi, dan jaringan 5G akan membuat Indonesia melompat ke lompatan besar dalam mengubah Indonesia sebagai negara pintar.  Untuk Indonesia Maju, Menjadi Bintang!” ujarnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.