in

Menkominfo: Orkestrasi Komunikasi Publik Dukung Penanganan Pandemi

Menteri Kominfo Johnny G. Plate (kanan). (Foto: kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Komunikasi publik menjadi perhatian pemerintah, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menuturkan, orkestrasi komunikasi publik saat ini dilakukan dengan cara mengelola narasi yang akurat dan komunikasi yang tepat waktu kepada masyarakat untuk dukung pembangunan nasional dan penanganan pandemi Covid-19.

“Agar kita mampu melakukan orkestrasi komunikasi dengan narasi-narasi dan diksi yang tepat yang memastikan akurasi serta komunikasi timely based, untuk bisa menjangkau rakyat tepat pada waktunya sesuai segmentasi penerima,” kata Menkominfo usai melantik Usman Kansong sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo di Media Center Gedung Utama Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Menteri menjelaskan perjalanan panjang Kementerian Kominfo yang bermula dari sejak Republik Indonesia berdiri dengan keberadaan Kementerian Penerangan di tahun 1945.

“Dalam perjalanan panjang kementerian ini telah bermetamorfosa bertransformasi banyak sekali sesuai dengan zamannya. Memasuki era reformasi Kementerian ini berubah menjadi Kementerian komunikasi dan Informatika,” kata dia.

Menurut Menteri selain melaksanakan fungsi penerangan publik, Kementerian Kominfo saat ini memiliki berperan di sektor informatika. Bahkan, kementerian turut bermetamorfosa menjadi kementerian yang menyiapkan keseluruhan kebijakan yang berkaitan dengan digital.

“Visi besar dalam mengantar bangsa kita memasuki era digital. Bertepatan dengan pandemi Covid-19, maka bapak Presiden menetapkan akselerasi transformasi digital kita pun harus mengikuti irama baru itu,” ujar Menteri.

Di era digital, Kementerian Kominfo memiliki tanggung jawab dalam penyiapan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta keseluruhan elemen hulu sampai hilir hingga penyiapan sumberdaya manusia digital atau talenta digital Indonesia.

Rasionalitas Orkestrasi

Menteri, lebih lanjut, mengatakan bila Kementerian Penerangan juga bermetamorfosa sesuai dengan tuntutan zamannya memasuki era reformasi perubahan fundamental yang terjadi di sektor komunikasi publik pemerintah.

“Yang tadinya komunikasi publik sentralistik satu arah narasi dan medium komunikasinya dari pemerintah pusat ke seluruh hierarki pemerintahan dan keseluruhan lembaga negara. Bahkan, keseluruhan masyarakat di seluruh penjuru tanah air kita,” tuturnya.

Menkominfo menyoroti arti penting orkestrasi komunikasi dengan narasi tunggal yang dilakukan secara tersentralisasi di Kementerian Penerangan. Pascareformasi, kondisi itu tidak bisa dilakukan lagi dan perlu disesuaikan dengan dinamika desentralisasi pemerintah.

“Dalam perjalanannya reformasi membalikkan arah jarum perjalanan komunikasi perintah dengan didesentralisasikan komunikasi pemerintah ke kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dengan dibentuknya humas dan dinas komunikasi dan informasi di provinsi, kabupaten dan kota secara tata kelola terdesentralisasi,” kata Johnny menjelaskan.

Meski demikian, Menteri menekankan adanya dua kondisi yang membutuhkan orkestrasi komunikasi publik, yakni kondisi pandemi dan sistem pemerintahan presidensial.

“Dengan terjadinya pandemi Covid-19 maka dituntut saat ini agar terlepas dari tata kelola yang sudah terdesentralisasi komunikasi ke kementerian, lembaga dan daerah. (Menjadi) orkestrasi dan narasi harus tetap terpusat yang bermuara pada sistem pemerintahan nasional kita yaitu presidensialisme, di mana arahan dan kebijakan presiden visi dan misi presiden menjadi satu-satunya kiblat dan arah pembangunan nasional kita,” ujar dia.

Menkominfo menyatakan saat ini tugas Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo mempunyai tugas untuk melakukan orkestrasi komunikasi publik kebijakan Presiden, pemerintah pusat, seluruh kementerian dan lembaga dan pemerintah daerah. Targetnya sinergisitas pembangunan nasional bisa berlangsung sehingga lebih produktif dan efisien.

Menurut Menteri komunikasi publik yang berlangsung di tengah teknologi dan demokratisasi perlu dilakukan strategi yang tepat. Hal itu diperlukan untuk menjaga kebebasan demokrasi, menjangkau masyarakat dengan baik dan mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

“Komunikasi yang berlangsung di tengah kemajuan teknologi serta demokrasi, kebebasan berbicara berpendapat dan kebebasan pers dibutuhkan kebajikan dan kebijakan. (Dibutuhkan) strategi komunikasi yang jitu sehingga di sisi yang satu kebebasan demokrasi kita tetap terjaga. Di sisi lain orkestrasi komunikasi yang efektif bisa menjangkau masyarakat dengan baik. (Ini) sekaligus menjadi harapan Presiden, harapan pimpinan kementerian dan lembaga, dan harapan rakyat,” ungkapnya.

Di tengah pandemi, Menkominfo menilai tugas komunikasi dan informasi juga menjadi penting karena adanya kebutuhan atas pola cara dan model yang paling efektif dalam menghadapi, menangani dan mengakhiri serta mengendalikan pandemi Covid-19.

“Peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dan untuk itu komunikasi publik menjadi titik simpul yang penting kita sekalian dipanggil oleh pemerintah kepercayaan Presiden, kepercayaan kementerian kepercayaan negara kepada Ditjen IKP sebagai orkestrator dan dirijen komunikasi untuk mengajak dan menggalang kekuatan,” paparnya.

Saat ini, Pemerintah melaksanakan pembangunan fisik secara masif sebagai tuntutan dari transformasi digital. Namun demikian, pada saat yang sama ada kebutuhan komunikasi yang efektif dan akurat serta dapat menjangkau secara masif agar masyarakat bersama pemerintah melawan pandemi Covid-19.

Menteri mengingatkan target pemerintah agar 95% lebih masyarakat secara disiplin menggunakan masker sebagai alat pertahanan yang paling kuat untuk mencegah tertular dan membatasi penularan Covid-19.

“Saat ini arahan presiden terakhir secara jelas memastikan kita untuk mampu menangani dan mengendalikan pandemi dengan cara melaksanakan protokol kesehatan 3M secara ketat secara khusus memastikan 90% rakyat bangsa kita di bulan September nanti sudah harus menggunakan masker secara disiplin,” ucapnya.(HS)

Share This

Ganjar Numpang Makan di Rumah Warga, Pemilik Rumah Malah Kebingungan

Peringati Harvetnas, Wali Kota Semarang Minta Veteran Lebih Dihargai