in

Menkominfo dan Panglima TNI Perkuat Ketahanan Sektor Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate (kanan) bertemu dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI Cilangkap, Rabu (5/5/2021). (Foto: DOK/kominfo.go.id).

 

HALO SEMARANG – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat ketahanan sektor digital Indonesia. Hal ini sejalan dengan agenda Akselerasi Transformasi Digital Indonesia yang sedang menjadi prioritas pemerintah.

Kementerian Kominfo dan TNI sesungguhnya telah memiliki payung kolaborasi berupa Nota Kesepahaman tentang Sinergi Program Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Tentara Nasional Indonesia dalam Rangka Penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kerjasama itu ditandatangani Kominfo dan TNI pada Desember 2018.

Nota Kesepahaman tersebut mencakup kolaborasi dalam hal pemanfaatan sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat dan TNI, dukungan pengamanan, diseminasi informasi, serta pertukaran data.

Kolaborasi ini kemudian dikuatkan melalui pertemuan Menteri Kominfo Johnny G. Plate dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI Cilangkap, Rabu (5/5/2021). Pertemuan ini diadakan untuk menindaklanjuti berbagai kerja sama di sektor digital yang selama ini telah dilakukan Kementerian Kominfo dan TNI.

“Kolaborasi antara Kementerian Kominfo dan TNI perlu semakin diperkuat, terutama untuk menjamin pemanfaatan ruang digital agar berkontribusi positif bagi keamanan dan pertahanan digital Indonesia,” kata Menteri Johnny.

“Transformasi digital semakin mendorong kita untuk memperluas strategi pertahanan negara agar tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan tradisional saja, namun juga mencakup aspek lainnya termasuk pertahanan digital dan pertahanan siber,” ujar Menkominfo.

Kementerian Kominfo dan TNI akan terus mendorong kolaborasi lebih lanjut dalam hal penyiapan dan fasilitasi kebutuhan teknologi militer untuk kepentingan pertahanan serta keamanan, seperti pemanfaatan spektrum frekuensi untuk pertahanan negara.

Di samping itu, kolaborasi dalam membangun dan menjaga upaya pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan informatika di seluruh pelosok Nusantara juga menjadi fokus utama Menteri Kominfo dan Panglima TNI.

“Salah satu tugas utama Kementerian Kominfo adalah untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang merata di seluruh penjuru Tanah Air agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang kuat lintas sektor,” ujar Menteri Johnny.

“Kami berharap TNI dapat turut berkolaborasi dan memberikan dukungan yang dapat menjadi modal kuat dalam keberlangsungan juga keamanan pembangunan infrastruktur TIK untuk kepentingan rakyat Indonesia,” kata dia lebih lanjut.

Sepanjang tahun 2021 hingga 2022, Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum (BLU) BAKTI akan membangun Base Transceiver Stations (BTS) 4G di 7.904 desa/kelurahan pada wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), yang tersebar di Kepulauan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Selain untuk, Kementerian Kominfo mempersiapkan infrastruktur jaringan tambahan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada Oktober 2021 di Papua dan Papua Barat.

“Pembangunan infrastruktur TIK yang berkualitas dan merata merupakan modal utama bagi bangsa Indonesia agar semakin terkoneksi, semakin digital, dan semakin maju,” tegas Menteri Kominfo.(HS)

Share This

Timnas Indonesia Dinilai Tunjukkan Perkembangan Positif

Jelang Akhir Puasa, PDAM Kendal Santuni Anak Yatim