in

Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Inflasi di Kabupaten Kendal

FGD Penguatan Kelembagaan Tim Pengendalian Inflasi Darah dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Inflasi di Kabupaten Kendal di salah satu hotel di Kendal, Selasa (12/10/2021).

 

HALO KENDAL – Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Kendal menggelar Forum Group Discussion (FGD) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kendal Tahun 2021.

Dari rilis yang diterima halosemarang.id, kegiatan diikuti Badan Urusan Logistik (Bulog), Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik dan OPD terkait yang tergabung dalam TPID Kabupaten Kendal, Selasa (12/10/2021).

Mengambil tema “Penguatan Kelembagaan Tim Pengendalian Inflasi Darah dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Inflasi di Kabupaten Kendal”, acara tersebut dihadiri oleh Sekda Kendal Moh Toha, Asisten Setda Kendal dan Staf Ahli Bupati.

Selain itu, acara juga menghadirkan dua nara sumber, yakni dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Surjoko dan Kepala BPS Kabupaten Kendal Ummi Hastuti.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Muhammad Eko mengatakan, kegiatan sinergitas ini sebagai upaya saat terjadi gejolak terhadap harga komoditas bahan pokok, dapat dikoordinasikan untuk dilakukan intervensi dengan melakukan operasi pasar.

“Misalnya pada musim paceklik ada kejadian kenaikan beras tinggi, kami bersama Bulog bisa melakukan operasi pasar, sehingga harga pokok penting itu bisa tetap terga dan stabil,” terangnya.

Sementara itu dalam sambutannya Sekda Kendal, Moh Toha mewakili Bupati Kendal menyampaikan, pihaknya menyambut baik atas terlaksananya kegiatan FGD ini.

Dirinya berharap dapat semakin menguatkan kesolidan di antara anggota TPID serta stakeholder pendukung dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Sekaligus memulihkan kondisi perekonomian yang tengah diterpa ujian di masa pandemi Covid-19 ini, yang mana mempengaruhi sendi-sendi ekonomi global, tidak terecuali berdampak juga dirasakan daerah Kabupaten Kendal,” jelas Toha.

Namun menurut Sekda Kendal, sangat disayangkan kondisi perekonomian Kabupaten Kendal pada tahun 2020 mengalami kontraksi pada angka kurang dari 1,53%, sebagai dampak pandemi.

Tidak sedikit pelaku industri kecil dan menengah yang telah terdampak. Untuk itu, Kabupaten Kendal terus melakukan pembenahan dengan berfokus pada industri dan pariwisata, serta penggerakan UMKM dan peningkatan investasi dalam memajukan perekonomiannya.

“Harapan dengan adanya pelaksanaan FGD pada hari ini dapat mendukung Pemerintah Kabupaten Kendal dalam memahami permasalahan, isu, serta solusi yang dapat diimplementasikan bersama untuk menguatkan dan mendorong ketahan pangan dan inflasi di Kabupaten Kendal,” ungkap Toha.

Sekda Kendal juga menyampaikan, agar laju pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini tidak minus lagi, maka daerah termasuk Kendal perlu melakukan berbagai antisipasi dan percepatan dalam memulihkan ekonomi pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Kesimpulan dari kegiatan ini adalah inflasi tidak perlu dihindari, namun perlu adanya pengendalian kestabilan.

“Sinergitas antar lembaga ini menjadi penting. Karena dengan kolaborasi yang baik akan lebih juga dalam mengatasi pengendalian harga,” pungkas Sekda Kendal.(HS)

Share This

Bank Jateng Komitmen Dampingi ASN Kendal Yang Memasuki Masa Pensiun

Luasan Hutan Mangrove Jateng Turun 73 Hektare, DLHK Jateng Kebut Pelestarian