in

Menjadi Jurnalisme Warga PON XX Papua

Marjono.

 

KETERSEDIAAN jaringan internet dengan berbagai layanannya di era kini, sangat memungkinkan setiap orang menjadi jurnalis, mengabarkan informasi, di manapun ia berada, sepanjang terhubung dengan jaringan internet. Itulah citizen journalism (jurnalisme warga).

Mau tidak mau, suka tidak suka, teknologi informasi telah merangkul beragam aspek hidup kita. Diawali dengan lahirnya internet yang menghancurkan batas dunia. Mendekatkan aksesibilitas segala informasi yang tercecer di seluruh belahan Negara.

Internet bahkan telah menciptakan dunia baru, dunia maya, dunia yang tak tersentuh tetapi terus tumbuh dalam kehiduan sehari-hari manusia.

Dari internet, lahir media sosial (Medsos). Sebuah media yang menciptakan jejaring manusia dalam kapasitas yang sangat besar (big data). Ibaratnya, saat ini, kebutuhan tidak sebatas pada sandang, pangan, dan papan. Medsos sepertinya telah melekat pula menjadi kebutuhan pokok manusia. Tiada hari tanpa bersentuhan dengan Medsos.

Ditambah lagi, keberadaan perangkat gadget, sebuah perangkat cerdas yang semakin merekatkan manusia dengan Medsos. Di manapun kapan pun setiap orang dengan mudah berinteraksi dengan akun Medsos yang dimilikinya. Internet, Medsos, maupun gadget telah membentuk artificial intelegence. Sebuah intelegensi buatan yang mampu mengikuti kemauan dan memenuhi berbagai kebutuh-an penggunanya.

Informasi merupakan sajian utama yang mampu disodorkan perangkat cerdas buatan itu secara instan. Masyarakat mulai enggan membuka puluhan lembar koran guna memperoleh informasi yang diperlukan.

Informasi melalui dunia maya muncul dalam hitungan menit. Mesin pencari di internet (google) dapat mengundang informasi yang diperlukan dengan sangat mudah dan praktis.

Kemampuan memutakhirkan berita dalam waktu yang super cepat, dengan sajian tulisan singkat, dan bahkan gratis semakin mengalihkan minat masyarakat terhadap informasi dalam rupa digital ini.

Saat ini marak fenomena jurnalisme warga, yang seringkali mampu menyodorkan informasi secara cuma-cuma tetapi memiliki memiliki nilai yang berharga bagi para netizen. Contoh, swafoto (selfie) seseorang di suatu tempat wisata yang selanjutnya diunggah pada akun Medsosnya, dalam waktu singkat mampu menjadi informasi viral yang tersebar ke seluruh dunia.

Jutaan orang akan segera mengenali tempat wisata itu dan suatu saat mengajak mereka untuk mengunjunginya. Kita mungkin tidak perlu lagi membaca liputan tempat wisata di Koran atau majalah. Sudah cukuplah sumber informasi dari Medsos itu.

Dalam konteks PON XX Papua, 2-15 September 2021, kita cukup optimis event ini juga seksi dalam pandangan masyarakat, sehingga semua terdorong untuk memviralkan PON, yang positif, apapun itu. Entah maskotnya, souvenir yang unik, sejarahnya yang dikemas dengan apik dan menarik, atlet-atlet legendaris PON terdahulu, dll.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) seperti dirilis kompaspedia.id (28/6/2021) menyebutkan jumlah pengguna internet di seluruh dunia (mobile/fixed) mengalami kenaikan terus menerus. Laporan International Telecommunication Union (ITU) menyebut, jumlah pengguna internet dunia sebesar 3.9 milyar, yang berarti melebihi separoh populasi dunia.

Demikian juga di Indonesia, hingga Tahun 2020, total pengguna internet mencapai lebih dari 196 juta jiwa atau 72 persen dari seluruh penduduk. Sebaran jumlah pengguna internet berdasar gugus pulau dan provinsi. Provinsi Jawa Barat terbanyak 35,1 juta jiwa, hal ini lebih karena relative dekat dengan Ibukota negara dan menjadi pusat industry yang masif. Menyusul Jawa Tengah sejumlah 26,5 juta jiwa, Jawa Timur mencapai 26,3 juta jiwa. Sedangkan DKI Jakarta tak kurang 8,9 juta jiwa atau sebesar 85 persen dari jumlah penduduk provinsi tersebut.

Sebagai konsentrasi penduduk negeri ini, wajar internet terbanyak di Pulau Jawa. Bahkan angkanya melebihi setengah pengguna internet di Indonesia, yakni 55,7 persen. Sementara Sumatera, Maluku dan Papua merupakan wilayah dengan pengguna internet paling sedikit, yaitu kurang lebih 3 persen dari total pengguna internet Indonesia. Selain penduduk yang relatif sedikit, infrastruktur dan kualitas jaringan internet merupakan permasalahan tersendiri di Indonesia bagian timur.

Multiplier Effect

Maka kemudian, pemerataan dan peningkatan jaringan komunikasi dan internet diharapkan dapat teratasi, apalagi selama berlangsungnya ajang nasional PON XX Papua (pra-event-post).

Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON Yunus Wonda yang dikutip dari laman indonesia.go.id (17/9/2021) pun mengapresiasi dukungan infrastruktur Telkom pada penyelenggaraan PON Papua.

“Selain infrastruktur yang disiapkan berstandar internasional, seluruh venue pun kami siapkan dengan standar internasional. Hal ini membuktikan bahwa di ufuk timur Indonesia pun, Papua bisa,” ujar Wonda.

Seandainya serba-serbi PON Papua bisa viral, kita optimis akan mendongkrak antusiasme masyarakat terhadap pesta olahraga yang menyatukan 34 Provinsi kita. Kalau antusiasme bagus, maka sponsor banyak yang masuk, multiplier effect-nya juga bagus.

Sekurangnya bagi ekonomi rakyat dan pariwisata, seperti hotel, tempat makan, pengrajin souvenir, produsen oleh-oleh, bahkan pedagang musiman juga kebagian rezeki. Sebaliknya kalau gaungnya tidak terdengar, orang mau sponsor tentu masih mikir, pengrajin dan produsen mau memproduksi juga awang-awangen, payu po rak. Kan begitu?

Kaum muda bisa ambil bagian, turut aktif mempopulerkan PON XX Papua di media sosial. Bereksplorasi mencari tahu dan memahami berbagai hal tentang PON agar mampu menyebarkan informasi yang benar dan berbobot. Ibarat seorang koki, bahan-bahannya harus berkualitas agar hasil masakan yang disajikan juga lezat dan bergizi.

Lezat berarti menyenangkan, menarik untuk dibaca atau diikuti bahkan mungkin disaksikan. Sedangkan bergizi, artinya informasi itu mengedukasi masyarakat soal PON. Menjadi jurnalisme warga yang kreatif mengemas pesan namun tetap bertanggung jawab. Jurnalisme warga harus tetap berlandaskan pada kebenaran dan sarat pesan perdamaian.(HS)

Penulis: Marjono, Kasubag Materi Naskah Pimpinan Pemprov Jateng.

 

Share This

Populerkan Seni Batik, Sobokarti Gelar Pelatihan Membatik Bagi Milenial

Buka Perayaan Virtual Hari Batik Nasional 2021, Taj Yasin: ASN Di Lingkungan Pemprov Jateng Kita Ajak Pakai Batik