Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Menikmati Romantisme di Pasar Jaten Kampung Jawi

Tulisan ini kiriman Alifiya Ainunnida, Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.

Suasana Pasar Jaten di Desa Kalialang, Kecamatan Gunungpati.

 

HALO SEMARANG – Warga di wilayah Kecamatan Gunungpati tidak asing lagi dengan Pasar Jaten, yang terdapat berbagai macam kuliner tradisional seperti jamu seduh, sego pecel pincuk, sop ndoro ayu, es campur sari, jagung godhok, sego kluban, hingga beberapa jenis wedangan. Beberapa kuliner tradisional di perjualbelikan, bahkan sudah jadi identitas tersendiri dari Pasar Jaten ini.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan berbagai makanan tradisional khas Semarang, tidak perlu khawatir mencari tempat makan yang asyik buat nongkrong. Pasar Jaten ini terletak di Desa Kalialang (Kampung Jawi), yang digelar setiap hari mulai pukul 18.00- 23.00. Selain berbagai pilihan menu tradisional yang disediakan, di sana juga ada Menara Gepeng yang terbuat dari berbagai bambu yang dirakit seperti menara.

Tema dari Pasar Jaten ini adalah mengusung konsep tradisional. Kampung Jawi ini di pelopori oleh Bapak Siswanto yang merupakan seorang pemerhati budaya. Dirinya ingin mengangkat desanya untuk menjadi sebuah kampung tematik yang sesuai dengan program pemerintah Kota Semarang. Kemudian ide ini ia kembangkan kembali menjadi sebuah pasar yang bisa dinikmati oleh masyarakat sebagai kampung wisata.

“Kenapa bisa disebut dengan Kampung Jawi? Menurut saya jika kampung ini deberi nama Kampung Jawa maka yang ada di benak saya itu hanyalah sebuah suku atau ras. Maka kami memilih nama Kampung Jawi, dan ingin ingin menonjolkan dari budi pekerti dari filosofi dari kata ‘jawi’ tersebut,” ucap Pak Siswanto ketua Panitia Kampung Jawi, Kamis (5/12/2019).

Pada tahun 2016 proses pembangunan Pasar Jaten sudah dimulai. Namun pasar ini baru diresmikan pada Minggu (25/2/2018) oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan mengusung tema adat Jawa.

Pengunjung Pasar Jaten ini tidak hanya dari warga sekitar, akan tetapi ada yang dari luar kota seperti, Bogor, Bandung, Sragen, dan kota lainnya.
Ketua penylenggara Pasar Jaten ini mengatakan, bahwa sebelumnya hanya ada satu lapak angkringan untuk jualan di pasar ini.

“Mereka dilarang publikasi terlebuh dahulu, karena kami ingin mengajak beberapa komunitas orang asing untuk berkunjung ke sini. Nah beberapa waktu berikutnya baru diizinkan untuk publikasi melalui media sosial,” ucapnya, Kamis (5/12/2019).

Setiap malam ada hiburan yang ditampilkan di Pasar Jaten, untuk menghibur para pengunjung. Seperti permainan angklung, musik keroncong, dan lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, Kampung Jawi menjadi tempat wisata edukatif untuk mengenalkan budaya Jawa. Beberapa sekolahan dan mahasiswa asing juga kerap berdatangan untuk belajar budaya Jawa di Kampung Jawi.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang