Menikmati Kebersamaan saat Bersepeda dengan Menelusuri Trek Alam Sindoro Sumbing

Para pecinta sepeda ekstrem Kendal dan klub Sindoro-Sumbing All Mountain saat mencoba lintasan Gunung Sindoro – Sumbing Wonosobo, Minggu (9/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Terdapat banyak cara dalam menikmati indahnya alam pegunungan, salah satunya dengan bersepeda ekstrem. Itulah yang dilakukan Munawir, anggota DPRD Kendal, yang mencoba kembali trek Gunung Sindoro – Sumbing Wonosobo, Minggu (9/8/2020).

Bersama komunitas berbagai tim seperti, Purwo Sejati Kendal, Dinkes Cycling Comunity Kendal, Tawang Bike Comunity dan Neos Sukorejo, serta Sindoro-Sumbing All Mountain Wonosobo, mereka menelusuri jalur “liar” dengan jarak tempuh mencapai enam jam perjalanan.

Tentunya dengan menggunakan alat transportasi sepeda.

“Dengan bersepeda kita bisa merasakan indah dan segarnya udara gunung. Sebelum bersepeda di gunung, disarankan untuk menyiapkan berbagai latihan dan kondisi fisik yang baik,” ujar Munawir ditanya usai bersepeda.

Menurutnya, karena olahraga ini akan memeras konsentrasi dan tenaga. Berbagai spot rintangan pun akan dijumpai, seperti jalur batu, rintangan pohon, turunan yang curam, tanjakan terjal, bahkan jurang.

“Oleh karena itu, mental yang kuat juga diperlukan dalam melibas segala rintangan tersebut, dan kami dipandu oleh anggota klub Sindoro-Sumbing All Mountain yang berpengalangan di trek ini,” imbuh Munawir yang juga Ketua Tim Purwo Sejati.

Sementara itu menurut Ari Oceng dari klub Sindoro-Sumbing All Mountain mengatakan, dirinya bersama teman-teman dari Kendal mencoba kembali trek rintangan di Gunung Sindoro – Sumbing yang memang menawarkan pemandangan keindahan alam pegunungan.

Menurutnya, trek yang dilalui adalah jalan-jalan yang digunakan penduduk setempat, sehingga layak dan aman untuk dilalui.

“Tanjakan yang juga melatih kesabaran menjadikan kita mengayuh pedal dengan hati-hati. Bahkan ketika tanjakannya dianggap kurang bersahabat, mendorong sepeda dan mengangkat sepeda menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari,” ungkapnya.

Bagi komunitas pecinta sepeda gunung, nama Ari Oceng sudah banyak dikenal. Komunitas dari Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang dan kota-kota besar lain sudah akrab dengannya ketika berbicara lintasan jalur sepeda Sindoro-Sumbing. Bahkan dirinya pernah memandu pesepeda dari Malaysia, Korea Selatan, dan Taiwan untuk menjelajahi indahnya alam di sekitar Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

“Bersepeda gunung adalah salah satu cabang olahraga yang membutuhkan aktivitas fisik yang tak sedikit. Trek yang kita lalui di gunung tidak semulus dengan jalanan aspal yang ada di kota,” jelas Ari Oceng.

Makanya, di dalam aktivitas yang menguji nyali ini, pesepeda dapat merasakan dekatnya kebersamaan, ringannya beban saat satu sama lain memberikan bantuan. Tidak ada tempat bagi keegoisan, karena bersepeda di gunung biasanya dapat dilakukan secara berkelompok dalam suatu komunitas.

“Salah satu alasannya, apabila salah satu dari personel kita mengalami masalah dengan sepedanya (bocor ban, rantai putus, dsb) maupun cedera akibat terjatuh, maka teman-teman yang lain akan dengan sukarela membantu,” pungkas Ari Oceng.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.