in ,

Mengintip Bisnis Prostitusi Online Di Semarang, Ada Promo Serasa Pacar Sendiri

Foto ilustrasi prostitusi online.

 

KEBERADAAN rumah kos-kosan di Kota Semarang perlu diawasi lebih ketat. Bila tidak tempat tinggal itu bisa disalahgunakan oleh penyewanya. Apalagi pengawasan yang tidak ketat, serta perilaku hidup yang cuek antarsesama penghuni membuat kos-kosan mewah di Kota Semarang rentan disalahgunakan. Bisa sebagai tempat transaksi prostitusi online, peredaran narkoba, atau pelanggaran hukum lainnya.

Apalagi di kala pandemi seperti sekarang ini, banyak pekerja tempat hiburan yang tak bisa bekerja karena kebijakan penutupan bisnis tempat hiburan. Baik itu tempat karaoke, SPA, maupun bisnis prostitusi berkedok SPA maupun karaoke.

Maka pelaku bisnis prostitusi yang biasanya dikelola di bawah manajemen tempat hiburan, harus berusaha untuk mencari pelanggan sendiri. Pilihannya, menjaring pelanggan lama atau berbisnis secara online.

Berbagai upaya menawarkan diri di media sosial pun dilakukan banyak pelaku prostitusi di Kota Semarang. Dari penelusuran halosemarang.id di beberapa media sosial, banyak akun yang secara gamblang mempromosikan diri sebagai open BO (istilah dalam dunia prostitusi kepanjangan open booking yang berarti bisa dipesan).

Ready smrg barat. Hrga sudh trmasuk kmr. Usia; 23 tahun. Tarif 1 x 400, 2x 600. Serasa pacar sendiri. Cari yg serius no php ya kak (dengan mencantumkan nomor telephon),” tulis akun layanan prostitusi online di Twitter.

Setelah coba dihubungi, nomor yang ditulis di promo tersebut terhubung dengan seorang perempuan. Duri Tajam, sebut saja perempuan tersebut yang mengaku bisa menyediakan cewek bookingan sesuai pesanan.

“Nanti mainnya di kosku saja. Aman, gak perlu sewa hotel,” katanya dalam komunikasi via Whatsapp dengan halosemarang.id.

Saat ditanya tentang promosi “Serasa Pacar Sendiri”, Duri Tajam mengaku bahwa dia siap memberikan pelayanan layaknya pacar.

“Nanti ngobrol-ngobrol dulu santai, bisa curhat juga kayak pacar sendiri. Dipijitin juga, selesai bisa makan bareng,” katanya.

Promosi prostitusi online dengan vasilitas tempat kos tersebut marak ditemui di Kota Semarang. Bahkan ada aplikasi media sosial khusus yang kerap digunakan pelaku bisnis prostitusi online untuk mencari pelanggan.

Seperti dikisahkan Mawar Hitam (23), bukan nama sebenarnya. Wanita yang mengaku sempat bekerja sebagai pemandu karaoke freelance ini mengakui, bahwa banyak kos-kosan mewah di Kota Semarang yang sekaligus dipakai penghuninya untuk praktik prostitusi terselubung. Apalagi saat ini, di masa pandemi banyak tempat hiburan yang tak beroperasi.

Akibatnya, banyak pekerja, khususnya para pemandu karaoke dan terapis yang mencari pelanggan secara online.

Transaksinya pun sederhana, setelah ada komunikasi via online, biasanya dia akan janjian kencan di tempat kos. Tempat kos dipilih karena lebih murah dan lebih aman dibanding di hotel.

Mawar Hitam mengisahkan, kos yang digunakan untuk transaksi seksual biasanya merupakan kos-kosan mewah dengan tarif sekitar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.

Karena selain privasi lebih terjaga, penghuninya kebanyakan memiliki perilaku hidup cuek dengan lingkungan sekitar. Selain itu juga dinilai lebih menguntungkan bagi para pelanggannya, karena tidak usah mengeluarkan biaya untuk sewa hotel jika ingin berkencan dengannya.

“Kalau mau “main” di sini aman, tidak nambah uang sewa kamar. Semua yang di sini sudah saling tahu, dan tidak saling urus kehidupan penghuni kos lainnya,” kata Nina (nama populernya di dunia prostitusi), yang sudah sekitar setahun ngekos di kos-kosan mewah di wilayah Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Selasa (27/7/2021).

Lebih lanjut Nina mengisahkan, bahwa dirinya lebih sering menggunakan kos tersebut untuk transaksi seksual karena aman, jarang dirazia, serta kondisi kamarnya bersih dan bagus.

“Sebenarnya kos-kosan seperti ini banyak di Kota Semarang. Kebanyakan penghuninya pekerja tempat hiburan malam,” kata wanita asal Jepara yang mengaku sekali kencan di kos mematok tarif Rp 750 ribu ini.(HS)

Share This

Setelah Ditutup Akibat PPKM Darurat, Sejumlah Ruas Jalan Di Semarang Kembali Dibuka

Hamil dan Ber-APD Lengkap, Bidan di Karanganyar Ini Dipuji Ganjar