in

Mengenal Naseem Hamed, Petinju Kontroversial Yang Pernah Jadi “Prince” Di Atas Ring

Naseem Hamed saat tampil di atas ring tinju.

 

BAGI penggemar tinju dunia tentu tak asing dengan nama Naseem Hamed. Petinju dengan julukan Prince Nasheem Hamed ini memang bukan petinju tak terkalahkan. Namun harus diakui, dia salah satu fenomena dalam dunia tinju dunia.

Jauh sebelum Tyson Fury dan Anthony Joshua menjadi idola di dunia tinju, Naseem Hamed pernah jadi petinju Inggris yang paling terkenal, bersanding dengan Lennox Lewis di kelas berat era 2000an.

Bertarung di kelas bulu, Hamed punya ciri khas yang unik. Bila banyak petinju dikenal karena keganasan dan sosok sangar, Hamed justru mampu menghadirkan sisi hiburan dalam tiap penampilannya di dunia tinju. Wajahnya pun ganteng dengan kulit cokelat, karena memang memiliki darah Arab.

Hamed adalah petinju yang selalu tampil atraktif di atas ring. Dia juga kerap menurunkan tangan dan menari di atas ring, berbeda dari petinju lain yang selalu melakukan double cover dengan kedua tangan saat menghadapi serangan lawan.

Dalam menghindari pukulan, Hamed lebih suka menari, menggerakkan bahu dan kepala, serta memprovokasi lawan ejekan. Mimik wajah lucu yang ditampilkan Hamed, ternyata kerap membuyarkan konsentrasi lawan.

Di momen demikian, Hamed dengan cepat meluncurkan jab-jab andalan dengan posisi tangan masih di bawah, atau bahkan dalam posisi kuda-kuda yang tak siap.

Meski terlihat tampil jenaka bak komedian di atas panggung, performa Hamed sendiri terbilang menakutkan. Dari 36 kemenangan yang ia raih dalam kariernya, 31 di antaranya tercatat lewat kemenangan KO/TKO.

Ia hanya menelan satu kekalahan angka di akhir karirnya. Hamed menjadi petinju yang penampilannya sangat menghibur, setelah era Muhammad Ali dan Mike Tyson.

Sisi menariknya lagi, Hamed yang beragama Islam, juga kerap meneriakkan kata ‘Allahu Akbar’ di atas ring setelah atau sebelum bertanding. Di saat itu, Hamed menunjukkan kebanggaannya sebagai seorang muslim.

Bukan hanya kalimat takbir, Hamed juga terkadang meneriakkan dua kalimat syahadat. Di setiap sesi wawancara, Hamed juga tidak pernah lupa untuk berterima kasih kepada Allah SWT usai menuai kemenangan.

“Saya berterima kasih kepada Allah atas kemenangan yang saya dapatkan, saya mendapat keberanian dari Allah,” tutur Hamed.

Naseem Hamed (dokumen Instagram pribadi).

Hanya Kalah Sekali

Prince Naseem Hamed menyatukan gelar juara dunia kelas bulu pada 1997. Petarung asal Inggris, 12 Februari 1974 ini dikenal sebagai sosok yang penuh warna, menarik, kontroversial, juga kerap dianggap sombong.

Pada 1997, Naseem Hamed menjadi salah satu bintang ring tinju dunia. Usianya kala itu baru 23 tahun dan sudah menjadi juara dunia. Di usia muda, ia bahkan menggenggam gelar juara IBO selama dua tahun dan mempertahankannya empat kali.

Pada 1997 itu ia mendapat kesempatan menghadapi petarung Amerika, Tom Johnson, untuk penyatuan gelar. Johnson adalah pemegang sabuk IBF yang tak terkalahkan dalam lima tahun terakhir dan akan mempertahankan gelarnya untuk ke-12 kali.

Pertarungan itu digelar di London Arena, London. Duel dijadwalkan berlangsung 12 ronde, tapi Nasheem Hamed mampu mengakhirinya lebih cepat. Ia menang TKO pada ronde kedelapan.

Naseem Hamed kemudian berhasil 10 kali menang lagi sejak pertarungan itu. Dalam prosesnya ia juga mampu merebut sabuk WBC dari Caesar Coto pada 22 Oktober 1999.

Kehebatan Nasheem Hamed akhirnya terhenti pada 7 April 2021. Ia kalah angka mutlak saat menghadapi Marco Antonio Barrera (Meksiko).

Ternyata puji syukur terhadap Allah bukan hanya menghias bibir Hamed ketika kemenangan demi kemenangan yang ia raih.

Ketika menelan kekalahan dari Marc Antonio Barrera itu (satu-satunya kekalahan dalam kariernya), Hamed tetap bersyukur dan menyikapi hal tersebut sebagai bagian dari takdir Allah.

“Saya memberikan ucapan selamat dan berharap dia (Marc Antonio Barrera-red) meraih sukses di masa depan. Setelah ini saya akan kembali ke gym, berlatih, dan kembali siap bertanding. Bila hal ini (kekalahan) sudah dituliskan oleh Allah, saya terima hal yang sudah ditakdirkan tersebut,” kata Hamed.

Hamed kemudian diberi pertanyaan tentang statusnya sebagai petinju terhebat yang rekornya tercoreng oleh kekalahan ini sebelum pensiun.

“Saya gembira telah menjalani 12 ronde dan tetap dalam kondisi sehat dan selamat. Saya terima kekalahan yang sudah digariskan ini. Begitulah cara seorang pria dan petarung sejati bersikap,” tutur Hamed kala itu.

Setelah kalah dari Barrera, Hamed hanya satu kali lagi naik ring yaitu saat mengalahkan Manuel Calvo di Mei 2002. Setelah itu, Hamed tak pernah menyatakan dengan jelas kepastian naik ring lagi sampai akhirnya ia mengakui sulit bertinju lagi karena masalah cedera di tangan. Hamed terakhir kali naik ring saat berusia 28 tahun.

Naseem Hamed, dijuluki Pangeran Naseem dan Naz, berkompetisi dari tahun 1992 hingga 2002. Ia memegang beberapa kejuaraan dunia kelas bulu, termasuk gelar WBO dari tahun 1995 hingga 2000; gelar IBF pada tahun 1997; dan gelar WBC dari 1999 hingga 2000.(HS)

Share This

Depresi, Anak Bunuh Bapak Kandung di Sukorejo

Semangat Nasionalisme di Tengah Pandemi