in

Mengejutkan, Begini Pengakuan Dokter Cabul Yang Mencampurkan Sperma ke Makanan Istri Temannya

Ilustrasi kekerasan seksual.

 

HALO SEMARANG – Kepolisian saat ini terus mendalami kasus penyimpangan seksual seorang dokter di Semarang yang dengan sengaja mencampur sperma ke makanan istri teman sejawatnya, demi sebuah kepuasan.

Dari pengakuan dokter itu, ia mengakui aksi bejatnya tersebut terobsesi dari film porno, sehingga merasa puas setelah melakukan aksinya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, kasus ini masih dalam penanganan oleh Direktorat Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jateng. Pengakuan pelaku berinisial DP itu kepada polisi, ternyata dinilai sangat mengejutkan.

“Dari pengakuan, tersangka sudah melakukan tiga kali dan hal ini karena terobsesi setelah nonton film porno. Merasa puas kalau spermanya dinikmati oleh orang lain,” kata Iqbal lewat pesan singkat kepada wartawan, belum lama ini.

Iqbal menambahkan, terkait penanganan, saat ini pihaknya masih memerlukan beberapa hal yang diperbaiki soal kelengkapan berkasnya. Tersangka juga diperiksa kejiwaannya lantaran menurut keterangan medis perlu ditangani psikiater dan psikolog.

“Saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah diberkas. Berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Beberapa hal perlu diperbaiki dan yang bersangkutan dalam penanganan dokter kejiwaan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum dokter berinisial DP yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah perguruan tinggi terkemuka di Semarang, ditetapkan sebagai tersangka terkait kejahatan yang dilakukannya. DP diduga melakukan onani dan memasukkan spermanya ke makanan korban, dan sebelumnya juga diduga mengintip korban saat mandi.

Tersangka DP merupakan teman suami korban dan mereka bertiga tinggal bersama di sebuah kontrakan di Kota Semarang saat menempuh pendidikan dokter spesialis.

Penyimpangan itu diketahui korban sejak bulan Oktober 2020 lalu, ketika korban memasang ponselnya untuk merekam kondisi ruang makan karena beberapa kali tudung saji dan makanan berubah posisi.
Setelah mengetahui aksi tersangka, korban mengalami trauma hingga gangguan makan.

Akibat perbuatannya, tersangka dapat diancam dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kesusilaan. DP tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara. Dalam pasal tersebut dijelaskan barang siapa sengaja merusak di muka umum, diancam hukuman 2 tahun 8 bulan.(HS)

Share This

Disbudpar Kota Semarang Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Outbound Untuk Desa Wisata dan Rintisan Wisata

Workshop Penulisan Ilmiah Populer Tajamkan Gagasan Mahasiswa