in

Menganiaya Kucing, Dua Pemuda Ditangkap Polisi di Jepara

Dua pelaku penganiayaan kucing menunjukkan surat pernyataan di Polres Jepara. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO JEPARA – Polres Jepara menangkap dua pemuda, yang membuat konten dengan melemparkan dua ekor kucing ke laut Jawa.

Peristiwa itu berawal ketika viral sebuah video di media sosial, yang memperlihatkan tindak penganiayaan terhadap dua kucing. Polisi pun kemudian turun tangan merespon video, yang diunggah oleh beberapa akun Facebook, Tiktok, hingga Instagram dengan #Angga_Anjal itu.

Dalam video itu digambarkan, pada awalnya, memperlihatkan seorang pria yang memberi makan kepada dua ekor kucing secara bergantian.

Namun tak terduga, laki-laki itu kemudian melempar satu persatu kucing itu ke lautan lepas.

Peristiwa itu terjadi di Pantai Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Jepara, Ipda Puji Sri Utami, mewakili Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan pelaku telah ditangkap.

“Kita telah berhasil mengamankan dua pelaku yakni AB (26) yang memposting video penyiksaan kucing ke media sosial dan AS (24) pelaku penyiksa hewan kucing tersebut. Kemudian, kami lakukan pemeriksaan dan klarifikasi,” kata Ipda Puji, di Mapolres Jepara, baru-baru ini, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Dia menyebut pelaku merupakan pemuda Kecamatan Pakis Aji dan merupakan karyawan swasta serta pelajar. Pelaku telah mengakui perbuatannya.

“Mereka mengakui telah melakukan penyiksaan hewan kucing dan memposting video tersebut demi konten ke media sosial,” lanjutnya.

Menurutnya, pelaku ingin membuat konten yang menarik sehingga bisa ditonton oleh jutaan orang sehingga dapat viral di media sosial.

Kini, kedua pelaku tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari, dan meminta maaf serta klarifikasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Atas insiden ini, Kepolisian mengimbau masyarakat menjaga hewan peliharaan.

Apabila tidak sanggup atau tidak suka memelihara, tidak dibenarkan melakukan kekerasan. Sebaiknya dilepas agar hewan tersebut bisa hidup bebas di alam.

“Karena hewan peliharaan juga memiliki hak asasi yang sama dengan manusia, yaitu hak untuk hidup dan bebas dari segala bentuk penyiksaan,” ucapnya.

Selain itu, Ipda Puji menambahkan, apabila dikemudian hari terdapat perilaku berupa penganiayaan terhadap hewan dapat berpotensi dipidana dengan Pasal 302 KUHP, yaitu bahwa seseorang yang melakukan penganiayaan kepada hewan (baik ringan maupun berat) dapat dipidana maksimal 9 bulan dan denda maksimal Rp. Rp 400 ribu. (HS-08)

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Grobogan Gunakan Cat Putih untuk Tandai Jalan Rusak

Edisi Pamungkas Peacesantren Digelar di Rembang