Mencegah Penyebaran Covid-19, RSI Kendal Lakukan Screening Bagi Semua Pengunjung dan Pasien

Foto ilustrasi Covid-19.

 

HALO KENDAL – Jumlah angka penyebaran infeksi virus Corona di Kabupaten Kendal yang terus meningkat, menjadikan beberapa pelayanan kesehatan mulai kewalahan menangani pasien positif Covid-19.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah langkah dilakukan, salah satunya Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal, yang berusaha memastikan ketersediaan fasilitas yang dapat menampung pasien Covid-19.

Direktur RSI, dr Suhadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan ruang bersalin dan kamar operasi khusus untuk Covid. Di samping itu juga akan dibuat poliklinik khusus penanganan Covid-19.

“Dari beberapa pengalaman yang terjadi, kami mencari rujukan untuk persalinan pasien itu susah. Apalagi untuk operasi pasien covid. Karena kita tidak bisa mencampur satu tempat dengan pasien yang non covid. Itu risikonya besar,” terangnya, Jumat (2/10/2020).

Oleh karena itu, lanjut Suhadi, sejak awal pasien yang covid dan non-covid sudah dipisahkan. Mulai dari alur masuknya pun sudah lain.

“Saat ada pasien masuk kami screening ada indikasi ke arah covid, langsung kami masukkan ke Poli khusus covid di sebelah timur RSI, dan untuk perawatan lokasinya kami sediakan di paling ujung sebelah barat RSI,” jelasnya.

Dikatakan oleh Suhadi, untuk perawatan juga dipisahkan, baik tempat, tenaganya juga terpisah, maupun semua APD-nya juga disiapkan di ruang khusus covid tersebut.

“Tenaganya pun khusus dan sudah melewati screening. Karena ada beberapa ketentuan. Di antaranya usia tidak boleh diatas 40 tahun, tidak boleh punya gula, hipertensi dan penyakit jantung, serta sedang hamil tidak boleh menjadi tenaga untuk penanganan pasien covid,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya mengimbau masyarakat tidak perlu takut datang ke rumah sakit. Stigma yang beredar, datang ke rumah sakit bisa tertular dengan pasien covid.

“Di rumah sakit begitu ketat protokol yang kami terapkan. Jadi rumah sakit tidak seperti yang dibayangkan. Makanya tenaga kesehatan yang terkena covid, sebagian besar besar terkenanya bukan di rumah sakit tapi di luar,” ujarnya.

Dijelaskan, RSI ini sedikitnya ada 4 dokter spesialis yang khusus menangani pasien covid. Kemudian akan dibantu oleh 10 dokter umum jika dibutuhkan rawat bersama yang siap menangani pasien positif Covid-19.

“Sampai saat ini RSI Kendal total sudah merawat 200 pasien yang terinfeksi corona. Dari 200 pasien tersebut ada 8 yang meninggal dunia. Dan sekarang tinggal 10 pasien yang dirawat,” jelas Suhadi.

Sementara itu, Humas RSI, Farid Hermawan mengatakan, pemisahan jalur antara ruang perawatan dan medis, bisa mencegah penyebaran virus corona.

Dijelaskan, untuk penanganan pasien terpapar Covid-19, RSI menyediakan sedikitnya 13 ruang perawatan dan isolasi, yang ditempatkan terpisah di sebelah barat gedung utama rumah sakit.

“Ada dua gedung di sana, yakni untuk gedung isolasi khusus 5 ruang bagi pasien covid, dan gedung satunya dengan 8 ruang bagi pasien covid yang sudah ringan atau dalam proses pemulihan,” terangnya.

Di samping itu, dalam rangka menjaga lingkungan rumah sakit yang steril dan meminimalisir dari virus Covid-19, RSI juga menjalankan screening kepada pengunjung dan pasien yang akan masuk di area rumah sakit.

“Pemberlakuan screening yang cukup ketat kepada pengunjung dan calon pasien, untuk mendeteksi terhadap adanya potensi infeksi virus corona. Jadi jangan sampai pasien yang tidak terpapar, malah jadi tertular setelah dikunjungi, dan sebaliknya,” jelasnya.

Dengan lebih ketatnya pemberlakuan protokol kesehatan di RSI tersebut, dirinya berharap jangan ada ketakutan masyarakat untuk datang ke rumah sakit.

“Pilih rumah sakit dengan protokol kesehatan yang ketat atau yang memisahkan area pasien dengan gejala Covid-19 dengan pasien dan pengunjung lainnya. Juga jangan lupa kenakan masker dan face shield jika diperlukan,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.