in

Menata Kota Pusaka Lasem, Bupati Hafidz : Jangan Sampai Terhambat

Bupati Rembang, Abdul Hafidz dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Kota Pusaka Lasem, di kawasan Alun-alun Lasem. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta dukungan masyarakat, dalam pembangunan Kota Pusaka Lasem. Pembangunan yang akan dilaksanakan secara tahun jamak, 2001 hingga 2022 ini, sudah lama didambakan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Kota Pusaka Lasem, di kawasan Alun-alun Lasem, belum lama. Turut hadir secara langsung pada acara itu Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Thomafi, Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Didiet Arief Akhdiat, Kepala Satker Prasarana Permukiman Wilayah II Jawa Tengah Cakra Nagara, tokoh Agama Kecamatan Lasem KH Zaim Ahmad dan KH Ahmad Faisol, serta tokoh masyarakat Lasem.

Lebih lanjut Bupati mempersilakan masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai proyek itu, untuk menyampaikan pada dirinya. Jangan sampai proses pembangunan tersebut terhambat.

“Saya ingin menyampaikan kepada warga masyarakat dan tokoh masyarakat Lasem, untuk mendukung keberadaan pembangunan ini. Sekiranya ada hal yang perlu dikonsultasikan, disampaikan saja. Ini merupakan sesuatu yang harus dijalankan. Jadi saya mohon kepada masyarakat, untuk bisa mendukung sepenuhnya,” kata Bupati, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah, Cakra Negara, dalam laporannya menyebutkan penataan kota pusaka Lasem kawasan alun-alun selama 360 hari. Pembangunan dimulai 24 Agustus 2021 sampai 18 Agustus 2022 secara multiyears atau tahun jamak.

Lebih lanjut dirinya menerangkan kawasan alun-alun yang ditata, seluas lebih kurang 13.000 meter persegi. Dengan rincian lahan alun-alun 2.350 meter persegi, area pasar 3.000 meter persegi, dan area masjid Lasem 8.177 meter persegi.

Direktur Jenderal Cipta Karya, yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Didiet Arief Akhdiat, dalam sambutannya menyampaikan, perjalanan untuk sampai ke tahap ground breaking cukup panjang.

Mulai dari perencanaan hingga penyusunan peraturan Bupati dan penyempurnaan Detail Engineering Design (DED) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dirinya berharap dari perencanaan yang telah disusun, ke depan bisa terwujud menjadi kawasan Kota Pusaka Lasem. Hingga dapat dimanfaatkan oleh banyak masyarakat.

Dirinya berpesan, yang terpenting dalam pembangunan kota pusaka Lasem adalah tentang pemeliharaan dan pengoprasiannya. Karena ke depan aset Kota Pusaka Lasem akan dimiliki oleh Pemkab Rembang, untuk kemudian dikelola dengan baik.

“Setelah pembangunan ini selesai yang perlu diperhatikan adalah terkait maintenance dan operasinya. Jadi ini tidak kalah penting, selain pembangunan yang perlu diperhatikan adalah pengoprasiannya. Pasti kami akan memindah aset ini kepada Pemkab Rembang untuk dikelola dengan sebaik-baiknya,” jelasnya. (HS-08)

Share This

Bupati Rembang Minta Sekda Fahrudin Baca Dinamika di Masyarakat

Resmikan MIM dan Islamic Center, Bupati Berharap Akan Lahir Anak-anak Hebat