Menarik, Rutan Batang Gelar Terapkan Pengajian Online untuk Sadarkan Warga Binaan

Habib Abbas bin Abubakar Al-Haddad saat menyampaikan tausiah secara online di Rutan Batang, Rabu (19/8/2020). (Foto dari web resmi Pemprov Jateng).

 

HALO BATANG – Dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI dan Tahun Baru Islam 1442 H, Rutan Batang menggelar pengajian bersama Habib Abbas bin Abubakar Al-Haddad dari Pekalongan di Masjid At-Taubah Rutan Batang, Rabu (19/8/2020).

Yang menarik, dalam pengajian ini dilaksanakan dengan sistem online atau virtual. Habib Abbas bin Abubakar Al-Haddad menyampaikan tausiahnya di dalam studio yang ada di rutan, dan ceramahnya dapat didengarkan oleh semua warga binaan di rumah tahanan (Rutan) tersebut.

Kepala Rutan Batang, Rindra Wardhana menjelaskan, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, membuat Rutan Kelas IIB Batang merambah ke dunia digital untuk memberikan informasi kepada warga binaan.

Salah satunya menggunakan podcast sebagai sarana menyampaikan informasi positif seputar pemasayarakatan.

Podcast sendiri adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain.

“Podcast ini digunakan perdana bertepatan saat malam satu Muharram. Kami mengundang Habib Abas bin Abubakar Al Hadad sebagai tamu kehormatan, sekaligus berkenan menyampaikan pesan yang memotivasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan masyarakat agar mampu memanfaatkan media digital untuk kebaikan umat,” beber Rindra.

Menurut dia, podcast dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang mengedukasi seluruh kalangan. Dan akan terus disiarkan dengan mengundang nara sumber yang dapat membawa dampak positif, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Tidak menutup kemungkinan, seorang WBP dari Pondok Pesantren Darut Taubah pun akan kami perbolehkan mengisi podcast, melalui ilmu-ilmu agama yang telah dipelajari dari para Habib, Kiai dan Ustaz. Tujuannya hanya satu, menebar kebaikan dari ilmu yang didapat,” terangnya.

Rindra menambahkan, informasi seputar proses pemasyarakatan pun akan tersampaikan kepada masyarakat, supaya ada perubahan pola pikir tentang WBP. Sehingga nantinya masyarakat bersedia ikut mengambil peran dalam proses pembinaan, baik saat WBP berada di dalam maupun setelah bebas.

“Podcast juga dapat digunakan sebagai kontrol masyarakat, apakah pelaksanaannya sudah sesuai dengan tugas yang diamanahkan,” tegasnya.

Pihaknya juga telah memberi berbagai fasilitas kepada warga binaan untuk beribadah dan mendalami agama. Salah satunya dengan adanya Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Taubah.

Menurutnya, dengan adanya Ponpes Darut Taubah, WBP dapat memperdalam ilmu agama dan memperbaiki diri.

“Kami menyediakan sarana beribadah dan juga tempat belajar berupa ponpes. Harapannya WBP semangat dalam memperbaiki diri dan belajar agama,” jelas Rindra.

Dia pun berharap, tausiah dari Habib Abbas dapat bermanfaat dan diresapi oleh jamaah yang hadir khususnya WBP.

Sementara Habib Abas bin Abubakar Al Hadad mengemukakan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas hadirnya media podcast di Rutan Batang.

“Semoga podcast yang digagas seluruh pihak Rutan Batang membawa kebaikan dan keberkahan untuk masyarakat maupun seluruh umat, dengan menyampaikan konten yang positif,” harap Habib Abas.

Habib pun mendukung para santri Pondok Pesatren Darut Taubah yang bersungguh-sungguh mendalami ilmu agama. Ia berharap, setelah bebas ilmu yang mereka terima, dapat diaplikasikan kepada sesama di lingkungan sekitar.

Sementara dalam tausiahnya, Habib Abbas merasa tidak sedang berada di penjara, namun di sebuah pesantren yang mana diajarkan ilmu dan akhlak. “Ini seperti pesantren, bukan seperti penjara,” kata Habib Abbas, membuka ceramahnya.

Dirinya juga berbagi tips menghafal halaman juz Al-Quran.

“Untuk mengetahui halaman awal juz dari mushaf madinah, dapat dicari dengan rumus, nomor juz – 1 x 2 + angka 2 di belakangnya. Misal mencari halaman awal juz 16 berarti 16-1×2 = 30 + angka 2 = 302. Jadi awal juz 16 berada di halaman 302,” bebernya.

Para peserta pengajian pun dibuat kagum dengan metode Habib Abbas tersebut.

Habib Abbas sendiri mengaku mendapatkan metode tersebut langsung dari penulis mushaf di Makkah. Dirinya juga berpesan untuk meninggalkan maksiat, karena maksiat melemahkan otak. Sehingga mengurangi kekuatan hafalan seseorang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.