in

Menag Yaqut Minta Mahasiswa Beri Masukan Pengembangan PAUD di Indonesia

Seminar Nasional Ikmapisi secara virtual. (Sumber : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, meminta mahasiswa untuk dapat memberikan masukan dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.

Permintaan ini disampaikan Menag, saat mewakili Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, membuka Kongres ke-3 Ikatan Mahasiswa PIAUD Seluruh Indonesia (Ikmapisi), di UNU Sunan Giri, Bojonegoro.

“Sebagai backbone atau tulang punggung Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), ada dua hal yang bisa dilakukan oleh teman-teman mahasiswa, untuk dapat mengatasi permasalahan dalam pengelolaan pendidikan jenjang ini,” kata Gus Yaqut, yang hadir secara virtual, Jumat (08/10), seperti dirilis Kemenag.go.id.

Pertama, Menag meminta mahasiswa PIAUD untuk melakukan kontrol kualitas pendidikan anak usia dini. “Misalnya lihat dari pola perekrutan pendidiknya. Coba cermati, dan berikan masukan. Bagaimana cara yang paling tepat,” tutur Menag.

Kedua, mahasiswa PIAUD juga diminta mencermati kurikulum dari setiap program studi pendidikan anak usia dini yang ada.

“Lihat kurikulumnya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Beri masukan bila ada yang kurang,” pesan Menag.

Menurut Menag, jika dua hal ini bisa dilakukan oleh mahasiswa, maka sudah memberikan peran yang sangat signifikan untuk perbaikan kualitas PAUD kita.

“Kementerian Agama tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan kerja sama dari banyak pihak, termasuk mahasiswa,” imbuhnya.

Menag mengungkapkan, PAUD memiliki peran penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia di masa akan datang. Sayangnya, masih terdapat fakta-fakta di lapangan yang menunjukkan beberapa masalah dalam pengelolaan PAUD.

Mulai dari fakta, bahwa banyak lembaga penyelenggara PAUD yang menekankan pembelajaran calistung (baca tulis berhitung), demi memenuhi tuntutan akademik. Asumsi yang berkembang di masyarakat, bahwa lembaga PAUD yang bagus memerlukan biaya mahal, hingga ketidaksinkronan kebijakan pemerintah dan penyelenggara PAUD.

“Fakta ini seakan meneguhkan hasil penelitian yang terdapat dalam buku The Learning Revolution karya Gordon Dryden dan Dr Jeanette Vos, yang menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini sering malah menurunkan 40 persen kecerdasan anak,” kata Menag.

Gus Yaqut berharap para mahasiswa dapat mengambil peran, untuk mengurangi dampak dari praktik pendidikan yang didasari oleh kesalahan asumsi penyelenggara PAUD ini.

Menag berharap, Kongres ke-3 Ikmapisi ini dapat memberikan hasil-hasil yang kontributif. Khususnya bagi pengembangan Prodi PIAUD yang saat ini berjumlah 27 lembaga di seluruh Indonesia. (HS-08)

Share This

Pemerintah Akan Replikasi Model Rehabilitasi Mangrove di Bali ke Provinsi Lain

Kunjungi MAJT Semarang, Jusuf Kalla: Jangan Sampai Masjidnya Megah, tapi Masyarakat Sekitar Miskin