in

Menag Perjuangkan Zamzam Lebih 5 Liter Tahun Depan

Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG  –  Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Yaqut Cholil Qoumas (Gus Men), akan berupaya memperjuangkan, agar pada musim haji tahun depan, jemaah dapat membawa pula air zam-zam lebih dari lima liter.

Untuk tahun ini, jemaah mendapatkan lima liter air zam-zam, setiba mereka di asrama haji, pada saat penyambutan kepulangan di Tanah Air.

“Kita akan perjuangkan. Saya sudah komunikasi dengan berbagai pihak. Dengan Pak Menteri Haji (Arab Saudi) juga saya sampaikan,” kata Gus Yaqut, seperti dirilis kemenag.go.id.

Dia mengatakan, setelah rangkaian ibadah haji ini selesai, dia akan kembali ke Arab Saudi, untuk bertemu menteri Haji, salah satunya meminta jatah lebih Zamzam untuk jemaah Indonesia.

“Setelah semua proses ibadah selesai jemaah pulang. Saya akan kembali ke sini untuk mengikhtiarkan banyak hal, salah satunya penambahan Zamzam,” ujarnya.

Bagi jemaah Indonesia, jatah Zamzam yang hanya 5 liter memang sangat tidak cukup. Ini pula yang membuat banyak jemaah yang tetap nekat memasukkan Zamzam ke dalam koper.

“Mengapa jemaah memaksa bawa Zamzam masuk ke dalam koper? Karena lima liter terlalu sedikit. Kalau memandang jemaah Indonesia sama dengan yang lain tentu berbeda. Kita ini kekeluargaan kita dekat. Kekerabatan kita luas. Jadi kalau lima liter keluarga inti sudah habis jadi tetangga keluarga jauh tidak kebagian. Ini yang akan kita sampaikan agar jemaah haji mendapatkan porsi yang lebih banyak tentu juga sesuai aturan penerbangan,” kata dia.

Sementara itu terkait kesehatan jemaah dan petugas haji, Menag mengatakan dirinya sudah menyampaikan imbauan, agar mereka benar-benar menjaga kesehatan, sebelum pulang ke Tanah Air.

“Saya ingin sebenarnya di waktu krusial menjelang kepulangan, baik petugas maupun jemaah menjaga staminanya,” kata dia.

Imbauan itu disampaikan, karena saat mengecek di Masjidil Haram, Sabtu (16/7/2022) malam, dia masih mendapati jemaah yang beraktivitas.

“Saya memang ingin melihat, ternyata sampai setengah dua (01.30 WAS), masih banyak jemaah yang ke masjid baik tawaf, atau sekadar iktikaf atau melanjutkan umrah,” kata Gus Yaqut.

Padahal menjelang kepulangan ke tanah air, seluruh jemaah mestinya harus menjaga kesehatannya. Jangan sampai drop menjelang kepulangan.

“Kita tidak ingin jemaah ini kehilangan energinya, karena kemarin saya melihat statistik itu ada jemaah empat yang wafat setelah armuzna ada kenaikan jemaah yang wafat,” ujarnya.

Jemaah yang wafat, mayoritas karena kardiovaskular yang dipicu oleh kelelahan yang berlebihan.

“Saya berharap jemaah menjaga stamina. Petugas (haji) juga harus menjaga stamina. Yang penting juga petugas menjaga semangat. Semangatnya melayani sampai akhir sampai jemaah sampai rumah,” kata dia.

Menag juga telah minta seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) bisa mengurangi program-program ziarah jalan-jalan dan belanja bagi jemaah.

“Kami koordinasikan dengan KBIH agar jemaah tidak terlalu diforsir yang sunah maupun yang mubah. Yang mubah itu belanja-belanja, jalan-jalan. Mending dikurangi agar jemaah istirahat dulu,” kata Menag. (HS-08)

Miftakhul Naim dan Aliffia Rohmadiana Putri, Terpilih Duta GenRe Demak 2022

Kembali ke Tanah Air, Menag Segera Laporkan Penyelenggaraan Haji ke Presiden