in

Menabung Sampah, Bisa Dapat Emas dan Dinar

Peluncuran program Nabung Sampah Menjadi Emas dan Dinar di Perumahan Griya Praja Mukti Langenharjo Kendal, Sabtu (25/9/2021).

 

HALO KENDAL – Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Kendal meluncurkan program “Nabung Sampah Menjadi Emas dan Dinar”, di Perumahan Griya Praja Mukti Kelurahan Langenharjo Kendal, Sabtu (25/9/2021).

Warga bisa mendapatkan emas kecil seberat 0,05 gram dengan menabung sampah yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.

Koordinator Bank Sampah Induk Kendal, Nunu Sarah Zaenubia mengatakan, saat ini BSI Kendal telah memiliki 412 nasabah dari warga RW 6 sampai RW 12 Perumahan Griya Praja Mukti, Kelurahan Langenharjo Kendal.

Nasabah lainnya dari beberapa OPD Pemkab Kendal, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Puskesmas Kendal 1 dan  Puskesmas Kendal 2 serta beberapa sekolah.

“Warga bisa nabung sampah, misalnya sekali nabung sampah dapat Rp 8.500, maka jika 10 kali bisa jadi emas kecil, kemudian jika ditabung terus bisa ditukar dengan dinar,” papar Zaenubia.

Tidak sia-sia, program nabung sampah ini mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica Dico Ganinduto mengatakan, PKK bersama Dinas Lingkungan Hidup Kendal terus menggerakkan masyarakat untuk melakukan pilah sampah, membuat kompos, dan mengurangi penggunaan plastik.

Hal ini menurutnya harus dibiasakan, mulai dari yang paling gampang, misalnya membuat kompos dengan tempat tong bekas.  Tujuannya supaya lingkungan menjadi bersih dan sehat.

“Jika lingkungan bersih, maka kesehatan lebih baik, sehingga kualitas hidup meningkat, yang berdampak baik terhadap diri dan lingkungan masyarakat,” ujar Chacha Frederica sapaan akrabnya.

Rencana, dirinya juga akan menggandeng anak-anak muda menjadi Duta Lingkungan di desanya masing-masing. Harapannya anak-anak muda itu bisa menjadi contoh atau panutan bagi warga sekitar.

“Untuk edukasi masyarakat, kami akan menggandeng anak-anak muda di desa dan kelurahan yang bisa mempengaruhi orang di sekitarnya. Anak-anak muda ini jadi duta lingkungan hidup dan daerahnya masing-masing,” ungkap Chacha.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Sudaryanto mengatakan, Bank Sampah di Perumahan Griya Praja Mukti ini akan dijadikan pilot projek pengelolaan sampah rumah tangga.

Menurutnya, upaya ini sangat membantu mengurangi sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir supaya tidak cepat penuh.

“Gerakan pilah sampah ini sangat penting, supaya sampah yang dibuang itu hanya sampah yang tidak bisa dimanfaatkan,” tukasnya.(HS)

Share This

Pimpin Unika Soegijapranata, Ferdinand Sowan ke Balai Kota Semarang

Dapat Lawan yang Tidak Gampang