in

Membahayakan, Polda Jateng Minta Masyarakat Tak Pasang Jebakan Tikus Berlistrik

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Polisi M Iqbal Alqudusy. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Masyarakat, khususnya petani dan pemilik sawah, diminta untuk tidak menggunakan listrik sebagai alat penjebak tikus. Cara-cara tersebut berbahaya dan jika sampai timbul korban, pemasangnya dapat berurusan dengan hukum.

Penegasan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Polisi M Iqbal Alqudusy, Jumat (27/08). “Kebanyakan ini bermula dari penyalahgunaan izin pemasangan listrik oleh warga. Izin yang semula digunakan untuk pemasangan pompa air persawahan, tetapi digunakan juga untuk memasang kawat listrik jebakan tikus,” kata Kombes Polisi M Iqbal Alqudusy, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Dia mengatakan menjebak tikus menggunakan aliran listrik, sudah beberapa kali menimbulkan korban. Kasus terakhir, terjadi di Sragen menimpa seorang perangkat Desa Tanon. Dia meninggal saat berusaha mematikan aliran listrik di jebakan tikus, di sawah miliknya sendiri, 24 Agustus 2021 silam.

“Kejadian seperti itu patut disayangkan. Ini sempat kami koordinasikan dengan rekan di PLN,” kata Perwira Menengah Polda Jateng itu.

Mantan Kabag Produk Kreatif Divhumas Polri itu, menjelaskan dalam hasil koordinasi dengan PLN, izin pemasangan listrik di persawahan hanya untuk menghidupkan pompa air.

Itu pun harus melewati beberapa tahap, antara lain mengurus surat perizinan berusaha berbasis risiko, yang dikeluarkan dari Kementerian Investasi, Kepala Badan Penanaman Modal atas rekomendasi dinas di pemerintah daerah.

Langkah selanjutnya adalah mendaftar ke PLN, dengan menyertakan surat pernyataan bahwa listrik akan digunakan sesuai ketentuan.

“Adapun pernyataan yang ditulis, adalah untuk menggunakan sesuai peruntukannya, yaitu untuk pompa air guna mengaliri sawah,” kata dia.

Tetapi kenyataannya masih banyak warga yang menggunakan listrik untuk memasang jebakan tikus. Ini tidak diperbolehkan karena sangat membahayakan nyawa manusia.

Kombes Polisi M Iqbal Alqudusy, juga menegaskan jika sampai timbul korban jiwa akibat tersetrum jebakan tikus tersebut, pemasangnya dikenai aturan KUHP.

“Dapat diancam dengan pasal 359 KUHP yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang lain meninggal, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun,” kata Kabid Humas Polda Jateng. (HS-08)

Share This

Pemdes Diajak Isi Content Website Kecamatan Purwareja Klampok Banjarnegara

Pemerintah Kota Semarang Libatkan Seniman untuk Bangun Identitas Kota