Memancing Menjadi Salah Satu Pilihan Ngabuburit Saat Ramadan

Ahmad Aan memamerkan hasil pancingannya di Waduk Pendidikan Diponegoro komplek Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Kota Semarang, Selasa (20/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Saat memasuki bulan Ramadan, masyarakat terlihat mengisi waktu selama berpuasa. Di antaranya dengan kegiatan dan hobi dilakukan sembari menunggu berbuka puasa.

Ditemui halosemarang.id, warga Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Ahmad Aan mengatakan, saat mengisi waktu luang selama Ramadan memilih memancing.

Aan sapaan akrabnya, menyalurkan hobi sembari menunggu waktu berbuka, dia sering mendatangi beberapa lokasi memancing.

- Advertisement -

Lokasi yang sering dia datangi, seperti Waduk Pendidikan Diponegoro komplek Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Waduk Jatibarang, dan beberapa lokasi yang ada di Kota Semarang.

“Saya hobi memancing ini sejak kecil, karena melatih kesabaran saya,” kata Aan, Selasa (20/4/2021).

Dengan menggunakan umpan lumut dan cacing, hasil pancingan yang didapatkannya seperti ikan Nila, Gabus, Wader, Patin dan beberapa jenis ikan lainnya.

Kemudian, hasil memancingnya dibawa pulang untuk dijadikan menu santapan bersama istrinya, baik untuk berbuka maupun saat sahur. Tak kala Aan menjual dan memberikan kepada temannya.

“Dari pada nganggur nggak ada kerjaan di rumah, saya mancing aja sambil menunggu buka puasa. Lumayan kegiatan dapat bahan untuk lauk,” katanya.

Hal yang sama dilakukan Joni, pekerja swasta di Semarang. Dia memilih pergi memancing untuk mengisi kekosongan menjelang berbuka puasa.

Bagi Joni, memancing membutuhkan mental yang kuat, sebab kesabaran adalah kunci saat memancing.

“Kuncinya sabar, kalau tidak sabar ikan itu tahu. Dapat kecil terus, kalau sabar nanti dapat besar,” katanya.

Joni mengatakan, karena mendapatkan ikan yang berukuran jumbo, ikan tersebut tidak dibawa pulang untuk dijadikan menu santapan.

Akan tetapi, ikan-ikan yang didapatkan kecil, dia bawa pulang untuk dijadikan menu berbuka maupun sahur.

“Ikan saya jual lewat media sosial, lumayan buat tambah-tambah beli rokok,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.