in

Melonjaknya Harga Cabai dan Bawang Merah Buat Pengusaha Katering dan Rumah Makan Menjerit

Seorang pembeli membeli cabai di pasar induk Johar Relokasi MAJT untuk kebutuhan pesanan katering, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Kenaikan harga bahan pangan strategis, seperti cabai dan bawang merah membuat pengusaha mengeluh. Sebab lonjakan harga tersebut berdampak pada membengkaknya modal usaha yang mereka tekuni.

Salah seorang pengusaha katering Ciwie Wijayanto (39) di Plamongan Indah, Kota Semarang mengungkapkan, harga bahan pangan terutama bumbu dapur untuk bahan dasar usaha kateringnya, sejak satu bulan terakhir terus melonjak. Terutama, harga cabai yang mengalami kenaikan signifikan.

“Naiknya harga cabai dan bahan bumbu dapur, seperti bawang merah, buah tomat daun jeruk dan lainnya sangat berdampak. Karena otomatis modal usaha akan membengkak, padahal kami mikir-mikir kalau mau menalikan harga makanan. Takutnya pelanggan bisa-bisa protes,” ujarnya, saat dihubungi Halosemarang. id, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, kenaikan harga pangan di pasaran hampir terjadi pada semua komoditas. Seperti yang dirasakan dirinya saat membeli bahan dasar di Pasar Relokasi Johar, di Kawasan MAJT, Rabu (6/7).

“Yang sangat terasa ya harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting tembus Rp 90 ribu/kilogram. Lalu, jenis cabai rawit merah Rp 83 ribu/kilogram. Padahal, harga normal cabai hanya kisaran Rp 10 ribu-Rp 25 ribu/kilogramnya. Sekarang harganya naik terus jadi pusing mau beli cabainya berapa,” ujarnya.

Selain cabai, harga komoditas lainnya juga ikut naik.
“Seperti bawang merah Rp 58 ribu/kilogram. Kalau harga normalnya bawang merah Rp 18 ribu-30 ribu/kilogram. Tomat sampai Rp 13 ribu/kilogram. Harga normal tomat Rp 5 ribu- Rp 8 ribu/kilogram,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, membeli bahan kebutuhan dasar hanya kalau ada pesanan prasmanan nasi kotak.

“Jadi untuk sambalnya butuh lombok dan tomat. Belum, nanti untuk ayamnya kemungkinan harganya juga naik,” keluhnya.

Sementara, pengusaha nasi padang di Semarang, Afiqoh (43) mengaku sangat terdampak dengan harga cabai dan bumbu dapur lainnya yang terus melambung.

“Kan kalau masak sayur rendang butuh cabai sebagai bahan dasarnya. Kalau harga cabai naik terus, kami susah nanti mau naikan harga jadi berapa,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan harga bahan pangan menjelang Idul Adha tahun ini seperti cabai di pasar tradisional dari data yang masuk untuk jenis cabai rawit merah dan keriting merah memang ada kenaikan.

“Harga paling tinggi cabai hingga diangka Rp 85-90 ribu/kilogram. Sedangkan, untuk harga bawang merah di kisaran Rp 60 ribu/kilogram,” jelasnya.

Kalau untuk harga daging sapi dan ayam masih stabil.

“Daging sapi Rp 120-130 ribu perkilogram. Sedangkan daging ayam Rp 37 ribu -38 ribu /kilogram,” katanya.

Dikatakan Nurkholis, terkait stok bahan pangan, seperti cabai, bawang merah dan daging sapi dan daging ayam masih aman menjelang dan setelah Idul Adha.

“Kami menjamin ketersedian pangan tetap ada di pasaran. Dan kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tidak memborong kebutuhan pangan jelang Lebaran Idul Adha. Ada kepanikan ini justru bisa memicu harga makin tinggi, karena banyak yang memborong, saya minta masyarakat beli sesuai kebutuhan saja,” pungkasnya. (HS-06)

Cegah Penyebaran PMK, Tim Aman Nusa II Polres Jepara Suntikan Vaksin ke Hewan Ternak di Desa Tengguli

Jelang Idul Adha, Dispertan Kendal Lakukan Monitoring Hewan Kurban ke Sejumlah Pedagang