Melihat Peta Bursa Transfer Klub Elite Sepak Bola Dunia di Masa Pandemi Corona

Paul Pogba, bintang Manchester United yang memiliki harga tinggi dalam bursa transfer.

 

KOMPETISI sepak bola elite di Eropa saat ini masih terganggu akibat mewabahnya virus corona di dunia.

Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) memang sudah mendorong kompetisi elite Eropa untuk merampungkan pertandingan sebelum 30 Juni 2020.

Akan tetapi, mengingat Covid-19 belum kunjung surut di sebagian negara Eropa, ada kemungkinan kompetisi kembali molor.

Bukan tak mungkin ketika bursa transfer musim panas 2020 dibuka pada 1 Juli, kompetisi-kompetisi elite Eropa belum merampungkan pertandingan.

Menurut laporan The Telegraph, Kamis (26/3/2020), Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) siap membuat terobosan.

Rencananya, FIFA akan memperpanjang bursa transfer musim panas 2020 hingga Januari 2021.

Biasanya, bursa transfer musim panas dibuka pada 1 Juli dan ditutup 31 Agustus. Akan tetapi, karena perekonomian dunia sedang tidak kondusif akibat wabah virus corona, FIFA dilaporkan siap memberi kelonggaran masa bursa transfer musim panas 2020.

Virus corona yang mulai muncul Desember 2019, tercatat telah menyebabkan 21.315 orang meninggal dunia.

Pandemi juga sudah menghantam perekonomian klub-klub top Eropa. Maka dimungkinkan takkan ada lagi transfer gila-gilaan dalam waktu dekat.

Meski beberapa klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, Paris Saint-Germain, Juventus, Manchester Unieted dan beberapa klub lain telah merancang rencana di bursa trasfer, namun dimungkinkan tak ada transfer besar tahun ini. Padahal sebelumnya klub-klub selalu berlomba memecahkan rekor transfer untuk mendatangkan pemain top.

Harga pemain di bursa transfer musim panas biasanya melonjak, terutama jika melibatkan klub-klub Inggris atau duo raksasa LaLiga, Barcelona dan Real Madrid. Tapi, pandemi virus corona yang menyerbu di awal tahun bakal mengubah itu semua.

Tak ada pertandingan sepak bola selama dua bulan terakhir membuat klub-klub kehilangan pemasukan dalam jumlah besar. Hal ini membuat klub-klub raksasa melakukan pengetatan keuangan, termasuk pemotongan gaji para pemain seperti Barcelona, Atletico Madrid, dan Juventus.

Ditambah fakta bahwa pertandingan masih tidak boleh dihadiri suporter dalam setahun ke depan, membuat klub tidak bisa mendapat pemasukan dari penjualan tiket.

Pemasukan yang berkurang membuat klub akan berpikir dua kali untuk memboyong pemain dengan harga tinggi.

Mantan direktur olahraga Liverpool, Damien Comolli memprediksi kalau harga pemain akan jatuh sekitar 30-50 persen dari harga pasar. Sementara, aktivitas transfer secara keseluruhan, baik penjualan maupun pembelian, akan turun sampai 75 persen.

Maka wajar jika transfer Neymar, Kylian Mbappe, atau Paul Pogba akan sulit terwujud dalam waktu dekat, mengingat ketiganya punya harga di atas 100 juta euro.

Pemasukan yang berkurang juga akan membuat klub akan kesulitan mengirim para pemandu bakat ke berbagai negara, untuk mencari calon pemain.

New normal di bursa transfer nantinya akan lebih banyak menggunakan statistik dari si pemain, apakah sesuai kebutuhan klub.

Sementara Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho berharap, dalam situasi pandemi Covid-19 ini bursa transfer pemain tidak menggila.

“Yang pasti, kami tidak ingin menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain. Kami akan mempertimbangkan segala situasi, bukan hanya di dunia sepak bola, tetapi juga kondisi dunia dan masyarakat,” jelas Jose Mourinho.

Sebelumnya, Spurs telah membeli Steven Bergwijn seharga 27 juta poundsterling dari PSV pada Januari 2020 dan juga menandatangani kontrak dengan Tanguy Ndombele senilai 54 juta poundsterling pada tahun lalu.

Akan tetapi, Mourinho yakin pandemi virus corona berdampak terhadap keuangan klub-klub, baik di Liga Premier maupun liga-liga lainnya di dunia.

“Saya rasa dunia sepak bola sekarang ini belum siap untuk melakukan transfer pemain atau berinvestasi secara gila-gilaan,” tegasnya.

“Pertanyaan terbesarnya adalah, kapan bursa transfer itu dibuka kembali? Saya tidak yakin bursa transfer sudah bisa dimulai Juli atau Agustus,” kata Mourinho dilansir dari laman AFP pada Rabu, 27 Mei 2020.

Hingga kini, belum ada tanggal yang pasti mengenai kelanjutan Liga Premier sejak ditangguhkan pada Maret lalu dan para pemain juga belum kembali berlatih secara normal.

Di sisi lain, Bundesliga Jerman sudah mulai bergulir. Mourinho pun mengaku sudah tidak sabar untuk memulai kembali Liga Premier.

“Sejujurnya, setelah Bundesliga resmi dimulai dan Liga Portugal serta Liga Spanyol mengumumkan tanggal kelanjutannya. Saya juga mengharapkan hal serupa untuk Liga Premier. Berat rasanya melihat negara-negara lain sudah kembali bermain sepak bola sementara kita hanya bisa menonton,” pungkas Mourinho.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.