in

Melihat Perjuangan KH Asy’ari, Wisata Religi Di Kendal Perlu Ditingkatkan

Makam KH Asy’ari atau Kiai Guru di Bukit Jabal Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan.

 

HALO KENDAL – Pemerintah diharapkan bisa hadir untuk bantu mengembangkan situs-situs bersejarah, sehingga bisa menggerakkan ekonomi lokal. Sehingga bisa membuka lapangan kerja dan membantu masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan, anggota DPRD Kabupaten Kendal, Muhammad Tommy Fadlurahman atau yang akrab disapa Gus Tommy kepada halosemarang.id, usai menyerahkan Buku Biografi dan Silsilah KH Asy’ari di Makam Bukit Jabal Kaliwungu, Jumat (13/8/2021).

Menurutnya, sosok KH Asy’ari atau Kiai Guru selain ulama besar, juga seorang pahlawan dan pejuang Islam pada tahun 1780-an. Ia memiliki banyak murid yang juga menjadi ulama-ulama besar di tanah air.

Ditegaskan, sosok Kiai Guru Asy’ari silsilahnya juga menyambung hingga Rasulullah SAW dari Sunan Giri Syekh Jumadil Qubro.
Untuk itu, makamnya layak dijadikan ikon wisata religi di Kabupaten Kendal.

“Jadi, meski di tengah pandemi, namun wisata religi di Kendal harus tetap berjalan. Namun tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Gus Tommy.

Dirinya yang juga keturunan dari Kiai Guru Asy’ari, secara pribadi telah memberikan papan informasi biografi singkat di Makam Kiai Asy’ari atau yang biasa disebut makam Kiai Guru.

“Agar masyarakat tahu silsilah dari Kiai Asy’ari secara benar. Selain itu saya juga menyerahkan buku sejarah perjuangan Kiai Asy’ari kepada pengurus makam Kiai Guru,” ungkapnya.

Selalu anggota DPRD Kabupaten Kendal, Gus Tommy juga akan terus mendorong, agar Makam Kiai Guru Asy’ari yang berada di Bukit Jabal Kaliwungu, bisa menjadi ikon religi.

“Pasalnya, selain sebagai Waliyullah atau yang diberi tugas untuk mengajarkan dan menyebarkan agama Islam oleh Kraton Mataram di wilayah Pesisir Pantai Utara, Kiai Asy’ari juga sebagai mursyid atau guru Thariqoh Satariyah,” tuturnya.

Gus Tommy menambahkan, banyak ulama besar yang menjadi murid Kiai Asy’ari, salah satunya adalah KH Soleh Darat Semarang, yang merupakan guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Selain menyerahkan buku biografi dan silsilah Kiai Guru Asy’ari, Gus Tommy yang juga sebagai penulis dan pemerhati sejarah, juga menyerahkan buku karyanya yang kedua.

“Selain menyerahkan biografi dan silsilah, saya juga menyererahkan buku tulisan saya yang berjudul ‘Benang Leluhur Simbah KH Mahfudz Kaliwungu’, kepada Badan Pengelola Makam Kiai Guru Asy’ari,” imbuhnya.

Sementara itu, pengurus makam Kiai Guru, Mad Rodhi mengucapkan terima kasih karena ada nazab atau keturunan langsung dari Kiai Guru Asy’ari yang membuatkan dan menyarahkan biografi dan silsilah ini.

“Sehingga para peziarah bisa tahu silsilah dari KH Asy’ari atau Kiai Guru dengan benar. Karena baik data maupun kebenaran biografi dan silsilah tersebut tidak diragukan kebenarannya,” ungkapnya.(HS)

Share This

Indeks Kepuasan Masyarakat Capai 92 %, Satpas SIM Polres Pati Tingkatkan Pelayanan

Warga Semarang Terduga Jaringan Teroris Diamankan Densus 88, Begini Kata Ketua RT Setempat