Melanggar Aturan, Wali Kota Semarang Tegaskan Zeus Harus Tutup

Karaoke Zeus yang ada di lantai 2 Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung Semarang.

 

 

HALO SEMARANG – Terkait adanya dugaan kasus prostitusi yang menjerat Zeus Karaoke di Polrestabes Semarang dan Polda Jateng menjadi pertimbangan utama Pemkot Semarang untuk menutup operasional Zeus Karaoke. Apalagi dalam menjalankan usaha bisnis hiburan, manajemen Zeus juga tak memenuhi syarat perizinan yang telah ditentukan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, baru-baru ini.

“Selain kasus pidana di kepolisian, izin usaha Zeus Karaoke juga telah habis sejak April 2019 dan tidak diperpanjang, sehingga harus ditutup,” terang Hendi, panggilan akrabnya.

Untuk menindaklanjuti penutupan tempat karaoke yang ada di lantai 2 Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung tersebut, pihaknya telah menggelar rapat dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan DPMPTSP.

“Dalam rapat, saya sudah sampaikan untuk menutup Zeus Karaoke. Karena sudah melanggar aturan. Baik pada ketentuan hukum di tingkat kepolisian, maupun ketentuan peraturan Pemerintah Kota Semarang yakni tidak memperpanjang izin,” tandasnya.

Namun demikian, lanjut Hendi, untuk penutupan tetap harus melalui prosedur yang ada. Salah satunya dengan melayangkan Surat Peringatan (SP) penutupan operasional oleh Dinas Pariwisata.

“Untuk penutupan harus susuai dengan prosedur yang ada. Seperti peringatan pertama, peringatan kedua dan peringatan ketiga, baru ditutup. Peringatan pertama kan sudah dikirim pada Desember 2019,” ujarnya.

Disinggung terkait informasi yang menyebutkan adanya pengajuan izin baru, politisi PDI Perjuangan ini mengaku belum mengetahuinya.

“Harus ditutup dulu, masalah ini belum selesai kok ngajukan izin baru,” tandasnya.

Hendi mengimbau agar tempat hiburan yang ada di Kota Semarang, untuk tetap menaati dan tertib terhadap segala aturan yang ada.

“Buat tempat hiburan lain yang masih beroperasi, ikuti aturan. Seperti jam operasional, perizinan maupun ketertiban,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi untuk menajemen Zeus Karaoke.
Menurut Iswar, aturan harus ditegakkan demi ketertiban dan kenyamanan. Bagi pelanggar aturan apalagi tersangkut pidana, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Kami akan melakukan tindakan tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan, namun tetap pada prosedur yang ada,” pungkas Iswar.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menegaskan, karena teguran pertama yang dikirimkan pada 20 Desember 2019 lalu tidak diindahkan, maka pihaknya akan mengirimkan teguran kedua.

“Hari ini surat teguran kedua kami kirim karena pada teguran pertama tidak diindahkan. Jika tegiran kedua tidak diindahkan, maka kami siap layangkan surat teguran ketiga dan bisa ditutup paksa,” tandas Iin, pangilan akrabnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.