in

Megah, Gerbang Kapal Samudra Raksa di Perbatasan Kulonprogo – Magelang

Gerbang Kapal Samudra Raksa di perbatasan perbatasan Klangon, Kulon Progo, DIY dan Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. (Foto : magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Tak lama lagi, sebuah bangunan gerbang megah akan menghiasai perbatasan perbatasan Klangon, Kulon Progo, DIY dan Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Saat ini pembangunan Gerbang Kapal Samudra Raksa tersebut sudah hampir selesai.

Pembangunan ini termasuk salah satu dari empat gerbang gapura pintu masuk kawasan wisata Borobudur, sebagai destinasi prioritas program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Bentuk dari gerbang itu adalah sebuah kapal besar dengan dua layar. Di bagian bawah juga terdapat bentuk-bentuk lengkung yang menggambarkan ombak samudra.

“Baru gerbang (Kapal Samudra Raksa) tersebut yang sudah berdiri, karena proses pembangunannya lebih awal. Adapun gerbang lainnya baru mau dimulai pembangunannya,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja Sabaris, Minggu (29/11), seperti dirilis magelangkab.go.id.

Di sekitar Gerbang Kapal Samudra Raksa juga akan dibangun rest area. Di lokasi tersebut pengunjung bisa menyaksikan pemandangan dari ketinggian melalui gardu pandang yang menempel di tebing sisi selatan Sungai Progo.

Tiga gerbang lainnya adalah Gerbang Kembanglimus Borobudur dengan ikon Gajah; Gerbang Palbapang Mungkid dengan ikon Singa; Gerbang Blondo Mungkid dengan ikon Pohon Kalpataru. Setiap gerbang menggunakan ikon yang diambil dari relief Candi Borobudur.

“Tiga gerbang yang baru mulai dibangun tersebut, selesai pembangunan pada akhir tahun 2021,” kata Singgih.

Empat gerbang tersebut berjarak 7 sampai 8 km dari Candi Borobudur. Akses empat gerbang tersebut akan dilewati wisatawan yang masuk ke Magelang khususnya ke kawasan Candi Borobudur. Pembangunan gerbang memakan anggaran Rp118 milyar.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun, Kapal Samudra Raksa, dalam bentuk aslinya adalah kapal kayu bercadik khas Nusantara. Karena itu gerbang tersebut sekaligus mempresentasikan kebudayaan bahari pada zaman dulu.

Gerbang di Klangon itu, juga berfungsi sebagai lokasi peristirahatan wisatawan, dari Bandara YIA menuju Candi Borobudur.

Karena itulah tempat itu akan ditata menjadi rest area dan ruang terbuka publik. Di lokasi itu akan dilengkapi pusat informasi wisata dan sclupture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushala, deck view point, area parkir, tempat pembuangan sampah sementara, dan toilet.

Trotoar, drainase, street furniture, dan lansekap di jalur eksisting itu juga akan ditata dan dipercantik.  (HS-08)

 

Share This

Lebih Dari 1.800 Pasien Covid-19 di Kabupaten Magelang Telah Sembuh

Ratusan Siswa Berkompetisi Dalam Event “Main Bola Yuk”