in

Mediasi di Pengadilan, Kontraktor Minta Pengerjaan Proyek Hotel di Semarang Segera Dibayar

Kontraktor Dwi Prahesto Aryadhanica (tengah) saat ditemui di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (11/6/2024). 
HALO SEMARANG – Seorang kontraktor yang melakukan gugatan terhadap Suwandi Candra dari PT. Kreasi Karya Utama dan PT. Borsumy Heritage Indonesia melakukan mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (11/6/2024).

Penggugat yakni Dwi Prahesto Aryadhanica bertemu dengan kuasa hukum dari Suwandi Candra. Dalam pertemuan itu, Prahesto meminta proyek pekerjaan hotel di wilayah Kota Lama Semarang segera dibayarkan.

Dalam gugatannya, Dwi menggugat agar Tergugat membayar Rp 2,7 miliar. Nilai tersebut disebut atas pengerjaan empat proyek pembangunan dan renovasi yang sudah diselesaikan oleh kontraktor.

Dwi mengakui pada mediasi belum menemui nominal ganti rugi yang disepakati karena Suwandi tidak hadir. Pihak kuasa hukum Suwandi dan admin juga tidak bisa memutuskan meski ada tawar menawar nominal untuk disepakati.

“Dari saya sendiri juga saya sesuai gugatan itu dibayarkan tapi kalau dari mereka bisanya berapa tapi belum ini ketemu dari Suwandi harus sama Suwandi,” ujarnya.

Dwi menambahkan keinginannya untuk bertemu Suwandi tak lain agar kasus tak berlarut-larut dan segera clear serta ada titik temu.

Sedangkan kata Dwi, dari pihak tergugat tidak menunjukan gugatan balik dan berkenan untuk membayar. Meskipun belum juga menemui titik temu.

“Dari pihak tergugat tidak menggugat tapi dia menanyakan berapa maunya. Kalau saya sendiri bilang minta sesuai gugatan saja tapi minimal Rp 2 miliar untuk pembayaran di toko-toko yang saya punya tanggungan. Lalu kalau masih nggak sesuai akan dilanjutkan ke pengadilan,” jelasnya.

Sebelumnya Dwi Pahesto menjelaskan jika dirinya mendapatkan proyek pembangunan hotel, club house dan restoran. Lokasinya di kawasan Kota Lama, depan Gereja Blenduk. Kemudian awalnya proyek itu dikerjakan mulai September 2022 dan sudah selesai April 2023.

Namun sudah hampir setahun, bahkan sudah dioperasikan masih belum dibayar dan Prahesto juga mengaku sudah melakukan mediasi kepada para tergugat, namun tak membuahkan hasil.

“Mediasi sudah dari kemarin sebelum bulan Oktober sudah bertemu sama pihak sana, tapi diundur dan sekarang belum dibayar. Saya meminta hak saya untuk segera dibayarkan,” imbuhnya.

Sementara dari Kuasa Hukum Dwi Pahesto, Rian Cahyo Bagastianto berharap pihak tergugat bisa saling memahami agar tidak semakin berlarut.

“Kita tidak melulu perkara di pengadilan tapi bisa mediasi untuk pengurangan angka bisa dibicarakan apa yang sudah kita keluarkan harus kembali,” bebernya.

Sementara untuk mediasi di PN baru dilakukan kali ini. Selama mediasi tadi menurutnya tidak terjadi pembelotan tetapi hanya belum ketemu nominal yang disetujui.

“Untuk mediasi di PN baru sekali mediasi berjalan dengan baik tidak ada pembelotan cuma memang belum ketemu angka. Tapi kita harap segera ada solusi tidak melulu soal pengadilan,” ucapnya. (HS-06)

Tahan Lima Orang Terkait Dugaan Tukar Menukar Tanah Kas Desa Botomulyo, Ini Penjelasan Kajari Kendal

Wali Kota Semarang Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Urban Farming