in

Mbak Tutut Sambangi Tambaklorok, Warga Mengaku Rindu Pak Harto

Putri Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut saat menghadiri silaturahmi caleg DPR RI dari Partai Berkarya, Annisa Tri Hapsari dengan warga nelayan Tambaklorok Semarang, Senin (4/3/2019).

 

HALO SEMARANG – Popularitas kawasan Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara makin memikat banyak pejabat untuk datang dan melihat langsung kawasan pesisir di Kota Semarang ini. Setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo mengaku mengunjungi Tambaklorok hanya bersama sopirnya, disusul Anggota DPR RI Fadli Zon, hingga Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo yang berkunjung dan berdialog dengan warga sekitar.

Kini giliran puteri Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana. Senin (4/3/2019), wanita yang sering dikenal dengan nama Mbak Tutut ini, bersama para pengurus Partai Berkarya mengunjungi Tambaklorok untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan dan buruh ini. Selain melihat langsung, Mbak Tutut juga memberikan bantuan dan fasilitas pelatihan keterampilan mengolah hasil laut bagi kalangan ibu rumah tangga di kawasan pesisir Kota Semarang tersebut.

Yang menarik, saat Mbak Tutut berdialog dengan warga, beberapa masyarakat yang mengaku merindukan sosok sang ayah, Soeharto.

Sarofah warga Tambaklorok yang berkesempatan berdialog langsung dengan Mbak Tutut, bahkan masih ingat, bahwa beberapa tahun lalu saat masih menjabat sebagai anggota MPR, Mbak Tutut pernah berkunjung di wilayah ini.

“Saya masih ingat, dulu ibu (Mbak Tutut-red) pernah meresmikan TPI di sini. Saat itu saya masih muda,” kata wanita yang kini sudah berusia 53 tahun ini.

Sarofah mengaku juga sangat mengagumi sosok Soeharto, ayah Mbak Tutut. Bahkan dirinya meyakinkan kepada mantan Menteri Sosial Republik Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII itu, bahwa dirinya sampai menangis saat Pak Harto lengser dari jabatannya sebagai Presiden RI tahun 1998 lalu.

“Saat Pak Harto lengser saya nangis. Bahkan sampai saat ini saya masih benci dengan orang-orang yang melengserkan. Pak Harto orang baik, semoga keturunannya ada yang bisa meneruskan cita-cita beliau sebagai pemimpin bangsa,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Mbak Tutut menegaskan, dirinya sangat terharu masyarakat masih mengingat sosok Pak Harto dan mengingat apa yang diperjuangkannya selama masih menjadi presiden RI. Itu membuktikan bahwa yang dilakukan mendiang Pak Harto baik. Pihaknya melalui Partai Berkarya juga akan melanjutkan beberapa program yang bagus dari sang ayah. Hal itu demi cita-cita bangsa Indonesia.

“Tapi saya akui tak semua program bapak bagus. Kalau yang bagus akan kami lanjutkan, kalau yang tidak akan ditinggal. Tidak semua harus kita kerjakan, akan dipilah-pilah mana yang baik,” tegasnya.

Mbak Tutut juga berkesan dengan sambutan warga. Menurutnya warga Tambaklorok sangat ramah, tak seperti informasi yang selama ini dia dapat.

“Kalau informasi yang saya dapat warga Tambaklorok keras kepala, susah direlokasi dan dipindah untuk pembangunan Kampung Bahari. Tapi ternyata tidak, mereka mau pindah jika ada pilihan tempat relokasi yang lebih baik,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Hardijanti Rukmana datang ke Tambaklorok didampingi beberapa pengurus dan kader Partai Berkarya. Di antaranya Annisa Trihapsari, Eno Sigit Ketua DPP Partai Berkarya, Sultan Djorghi, dan Siti Hutami Endang Adiningsih.(HS)

Di Semarang Sudah Ada 4.187 Pelanggaran Pemilu

Annisa Trihapsari: Nelayan Adalah Pahlawan Protein Bangsa