Mbak Ita Terus Genjot Program Semarang Berkebun Hebat

Pengumuman Pemenang Lomba Vlog Urban Farming Berkebun Hebat, Minggu (14/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Program Semarang Berkebun Hebat yang dicanangkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mulai membuahkan hasil. Sedikitnya 47 lulusan pelatihan urban farming yang mulai eksis, dan menunjukkan perkembangan dalam lomba vlog yang digelar beberapa waktu lalu.

Mentor Semarang Berkebun Hebat, Kemal Abdul Aziz mengatakan, lulusan pelatihan urban farming yang digagas Mbak Ita (sapaan akrab Hevearita G Rahayu), kini sudah membuahkan hasil. Mereka mengirimkan video vlog berupa hasil panen, ataupun mempersiapkan lahan.

“Jadi lomba vlog ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program Berkebun Hebat. Kita coba cek apakah mereka masih aktif dan membuahkan hasil, harapannya tentu menjadi pelopor kepada masyarakat sekitar,” katanya saat pengumuman Pemenang Lomba Vlog Urban Farming Berkebun Hebat, Minggu (14/3/2021).

Kemal begitu ia disapa menjelaskan, jika dalam lomba tersebut diikuti peroangan ataupun kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT). Video yang dikirimkan peserta, kemudian dipilih yang terbaik dengan kriteria, keberhasilan urban farming, kekompakan dan lainnya.

“Setiap kategori, kami ambil juara I, II, III dan harapan I, II, III serta mendapatkan sertifikat, bantuan bibit dan uang pembinaan untuk mengembangkan urban farming yang dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, sejak September 2020 sampai Januari 2021, total sudah ada 85 kloter atau 1.500 peserta yang ikut dalam pelatihan Bekebun Hebat yang digelar di kediamannya di daerah Bukit Sari Semarang.

“Lomba ini sebenarnya seperti ujian, dari video yang dikirimkan kita bisa melihat implementasi, praktik dan hasil panen. Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik dan luar biasa,” katanya.

Mbak Ita, sapaan akrabnya menjelaskan, mayoritas pemenang adalah dari KWT ataupun perorangan yang tinggal di tengah kota dan memiliki lahan terbatas. Hal ini membuktikan jika semangat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dan kedualatan pangan nasional lulusan Berkebun Hebat memang sangat luar biasa.

“Mereka juga mengembangkan bukan hanya urban farming, misalnya budi daya jamur, tabulampot, budikdamper bahkan ada lulusan kami yang sudah mengelola tanah pertanian berhektare-hektare,” jelasnya.

Ke depan, pelatihan akan dilakukan jemput bola, artinya tim Berkebun Hebat yang akan turun ke kampung-kampung untuk memberikan pelatihan urban faming. Pelatihan di kediamannya menurutnya masih terbatas dengan kondisi pandemi seperti saat ini.

“Jadi kalau tim kami turun ke lapangan, bisa melatih warga secara langsung yang baru belajar dan langsung praktik persiapan lahan, pembibitan dan perawatan hingga panen,” papar Mbak Ita.

Lestari Laksmi Widowati, pemenang kategori perseorangan menjelaskan, jika dalam lomba tersebut, dirinya menampilkan persiapan lahan, pembibitan, hingga panen yang sebelumnya mendapatkan teori dari Berkebun Hebat dan dia implementasikan di rumah.

Menurut wanita yang akrab disapa Riri ini, adanya pelatihan urban farming bisa mensiasati berkebun di lahan terbatas seperti yang ada di kediamannya.

“Hasilnya ada aneka sayur, saya juga bisa memberikan edukasi kepada anak untuk cinta berkebun. Juga akan mengajak tetangga untuk turut serta beruban farming sebagai komponen ketahanan pangan,” tambahnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.