in

Mbah Tun, Setelah Berjuang 12 Tahun Sertifikatnya Akan Kembali

Sumiatun, didampingi pengacara yang tergabung dalam Koalisi Advokat Peduli Mbah Tun memberikan keterangan pers di Kantor DPC PERADI LBH Jl Simongan No 123, Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Kabar baik kembali didapatkan Sumiatun. Nenek renta yang sudah menginjakkan usia 69 tahun kembali memenangkan perkara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Warga Desa Balerejo RT 05 RW 02 Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak ini sudah hampir 12 tahun berjuang untuk mendapatkan kembali sertifikat tanahnya.

Sebelumnya, Sumiatun atau panggilan sapaannya Mbah Tun melakukan gugatan pembatalan sertifikatnya di PTUN Semarang. Pada tingkat pertama, Mbah Tun mengajukan gugatan melawan BPN Demak ke Pengadilan PTUN Semarang dengan nomor perkara No 23/G/2020/PTUN.SMG dan dikabulkan majelis hakim.

Namun demikian, pada putusan tingkat banding, Mbah Tun menelan pil pahit dan perkara ganti dimenangkan oleh BPN Demak.

“Namun hari ini Rabu (17/11/2021) kita mendapatkan pemberitahuan bahwa pada tingkat kasasi Mahkamah Agung, permohonan kasasi Mbah Tun dikabulkan Mahkamah Agung,” kata Sukarman,SH MH ketua Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Unisbank Semarang yang mendampingi Sumiatun dalam kasus dugaan mafia tanah ini, Rabu (17/11/2021).

Karman menambahkan, dengan putusan ini sudah sangat jelas dan tegas, bahwa dalam amar putusannya, Mahkamah Agung memerintahkan BPN Demak untuk mencoret nama pemilik atau pemenang lelang yaitu Dedy Setyawan Haryanto dan memerintahkan BPN Demak mengembalikan kedudukan sertifikat no 11 kembali menjadi milik Mbah Tun.

Karman Sastro menambahkan, bersama dengan Koalisi Peduli Mbah TUN, yaitu dari BKBH UNISBANK, PERADI RBA, dan LBH Demak RAYA memberikan apresiasi terhadap Mahkah Agung yang jeli dan cermat dalam memutus perkara ini.

“Kami sudah yakin sebelumnya akan menang, tidak mungkin Mahkamah Agung inkonsisten terhadap putusannya sendiri. Karena sebelumnya, MA dalam perkara No 139 K/Pdt/2015 telah memutuskan bahwa proses peralihan hak atas tanah dari miliknya kepada seseorang yang telah menipu Mbah Tun cacat hukum,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Broto Hastono Ketua DPC PERADI RBA. Menurutnya dengan putusan MA ini kembali membuktikan bahwa proses peradilan masih benar-benar memberikan keadilan bagi Mbah Tun. Gugatan perdata perbuatan melawan hukum terhadap Bank Danomon dan KPKNL yang melelang sawah Mbah Tun juga menang, baik dalam tingkat pertama di PN Demak ataupun di tingkat banding di Pengadilan Tinggi.

“Kami juga menunggu putusan dari Mahkamah Agung karena Bank Danamon, KPKNL, dan pemenang lelang mengajukan kasasi. Kita tunggu putusan kasasi,” tuturnya.

Kuasa hukum lain, Misbakhul Munir mantan Direktur LBH Demak Raya yang sejak awal mendapingi Mbah Tun berharap kasus ini cepat incracht atau berkekuatan hukum tetap.

“Dengan demikian, kita tinggal menuntut BPN Demak untuk mengembalikan sertifikat sawah kembali menjadi milik Mbah Tun,” harapnya.(HS)

Share This

Advokat Terdakwa Kasus Ujaran Kebencian Dituntut Satu Tahun Empat Bulan Penjara

Ganjar Gagas BUMP, Petani Cilacap Untung Besar