Mayoritas Sekolah di Wonosobo Siap Ujian Tatap Muka

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, meninjau sekolah yang akan melaksanakan ujian secara tetap muka. (Foto : Wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Mayoritas sekolah, sudah siap melaksanakan ujian secara tatap muka, dengan penerapan prokes yang ketat. Sekolah juga masih memiliki waktu untuk melakukan sejumlah perbaikan, sebelum ujian benar-benar dilaksanakan.

Kesimpulan tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, seusai meninjau sejumlah sekolah yang akan melaksanakan ujian secara tetap muka.

Adapun sekolah yang dikunjungi, meliputi, SD MBF Al Azkiya Wonosobo, SD Negeri 10 Wonosobo, SMP Negeri 2 Wonosobo, SMP Negeri 1 Wonosobo, SD Al Madina Wonosobo, SD Negeri 1 Kalibeber, SD Negeri 1 Garung, SMP Negeri 1 Garung.

“Kita cek dari sisi kesiapan sarprasnya, para gurunya, anak didiknya dan mekanisme pelaksanaanya, sehingga pada saatnya nanti pemberlakuan protokol kesehatan bisa disiapkan secara matang serta benar-benar dilakukan sesuai prosedur,” kata Bupati, seperti dirilis Wonosobokab.go.id.

Dari kunjungan yang dilakukan sejumlah tempat, Bupati menyatakan bahwa mayoritas sekolah sudah siap melaksanakan ujian secara tatap muka, dengan penerapan prokes yang ketat.

Adapun sisa waktu yang ada, dapat dipergunakan oleh pihak sekolah untuk melakukan perbaikan, melengkapi sarana, serta mengikuti saran oleh tim pemantauan.

“Alhamdulillah, secara garis besar sekolah sudah siap untuk melaksanakan ujian tatap muka dengan penerapan prokes yang ketat, mayoritas sudah cukup ready. Namun apabila nanti dalam prosesnya masih ada waktu dan atas saran-saran dari tim, untuk segera dilakukan perbaikan-perbaikan, untuk segera dilengkapi dan diikuti demi kelancaran kegiatan serta kebaikan kedepanya,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, menambahkan dari pantauan yang dilakukan, semuanya berjalan tertib. Namun dia menekankan, bukan hanya kepada anak didik, akan tetapi kepada para gurunya yang harus lebih dipantau, supaya tetap melaksanakan prokes dengan ketat pula. Agar proses dan kegiatan nantinya tetap berjalan lancar dan sukses.

“Dari yang kita lihat tadi, semua Insya Allah berjalan tertib. Namun seperti yang selalu ditekankan oleh Gubernur Ganjar Pranowo, adalah bukan siswanya tapi gurunya yang harus lebih dipantau, supaya melaksanakan prokes dengan sangat ketat. Seperti saat webinar dengan Presiden, juga sama, intinya bahwa prokes ini menjadi penekanan khusus, agar semua kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses tanpa ekses,” tegasnya.

Dia mengatakan Pemkab berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Jika dalam pelaksanaanya nanti ada pelanggaran prokes, langsung akan kami hentikan. Yang jelas kami tidak ingin ada kluster baru lagi di Wonosobo, mengingat kondisi yang sudah baik ini, sehingga Covid-19 akan semakin hilang dan tidak muncul lagi karena adanya kegiatan tertentu,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.