Mayday, Rumah Kreatif Film Kendal Gelar Nobar Film Cerita Buruh

Diskusi para sineas muda Kendal dalam mengangkat tema Buruh di Savva Coffee Weleri, baru-baru ini.

 

HALO KENDAL – Rumah Kreatif Film Kendal memperingati Hari Buruh Internasional dengan mengadakan Pemutaran Film dan Diskusi tentang buruh yang digelar beberapa waktu lalu di Savva Coffee Weleri, baru-baru ini.

Dua judul film pendek yang diputar bertemakan tentang buruh, yakni film “Negeri Kecil” karya Sutradara Ulin Nuha, sineas dari Kendal dan film “The Secret Club Of Sinners”, karya sutradara Haris Yulianton dari Semarang. Dua film ini menceritakan sudut yang berbeda.

Film pertama yaitu “The Secret Club Of Sinners”, dengan cerita fiksi yang menceritakan isu kesulitan ekonomi buruh lepas odang-odang dan masalah suap-menyuap yang terjadi di tengah masyarakat demi terhindar oleh Covid-19.

- Advertisement -

Film kedua, “Negeri Kecil” yang divisualkan dalam bentuk dokumenter yang memperlihatkan realitas buruh pemetik teh yang hidup terisolasi di ketinggian 1.800 MDPL, yang berada di Dusun Promasan, Desa Ngeresepmbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Ketua Rumah Kreatif Film Kendal, Mustofa mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum yang ingin menonton film bersama, dan ingin berdiskusi mengenai isu buruh yang ada dalam kedua film tersebut.

“Kegiatan diawali hiburan musik keroncong dari Ekamatra yang dimainkan oleh pemuda-pemuda Sanggar Kejeling. Inti dari kegiatan ini adalah diskusi tentang permasalahan isu buruh dalam dua film tersebut,” terangnya.

Sementara sang sutradara film “Negeri Kecil”, Ulin Nuha menjadi sorotan dari para menonton, banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka.

Banyak peserta terhanyut dengan apa yang diceritakan oleh Ulin yang menyentil masyarakat, terutama kaum muda yang terlalu asik main game, sehingga sampai lupa bahwa di luar sana banyak isu-isu sosial yang harus diperjuangkan.

Ulin berharap, penonton bisa memviralkan film “Negeri Kecil” di tengah-tengah masyarakat, supaya tidak menutup mata soal isu buruh pemetik teh supaya dan mau memperjuangkannya.

“Diadakannya acara pemutaran film ini diharapkan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi permasalahan yang ada di sekitar,” imbuh Ulin.

Sehingga nantinya, menjadi lebih peduli dan lebih kritis membela masyarakat tentang hak-hak mereka yang harus diperjuangkan, terutama bagi para buruh.

“Semoga pemutaran film ini bisa berlanjut supaya masyarakat bisa terhibur dan teredukasi dari adanya diskusi yang terbangun. Rasa jenuh selama pandemi, bisa diisi dengan saling support untuk berkarya, dengan kolaborasi supaya kreativitas diwujudkan,” harap Ulin.

Acara ditutup penampilan Stand Up Comedy Kendal yang meroasting kehidupannya selama menjadi buruh yang mampu bikin penonton tertawa.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.