Mata Air Kali Odo, Mati Saat Musim Hujan, Mengalir Jernih Menjelang Kemarau

Bupati H Ngesti Nugraha, menebar seratusan bibit ikan nila di di dekat sumber mata air Kali Odo, dalam acara sadranan Sumber Mas Kali Odo. (Foto : Semarangkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wisata air Sumber Mas Kali Odo, Dusun Karang Nongko Desa Gedangan, Tuntang semakin diminati wisatawan lokal. Keunikan sumber air ini adalah mengalir jernih pada saat memasuki musi kemarau. Adapun pada musim hujan, justru tidak mengalir sama sekali.

“Keunikan ini yang menarik pengunjung lokal, untuk sekadar bermain air atau berenang di aliran sungai berair jernih dan berarus tenang itu,” terang Kepala Desa Gedangan, Darodji, di sela-sela mendampingi Bupati Semarang, mengikuti sadranan Sumber Mas Kali Odo, Minggu (28/3) siang.

Setiap memasuki musim kemarau, mulai keluar dari mata air di hulu sungai. Saat itu pula, warga dusun menggelar selamatan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Acara yang dikenal dengan tradisi sadranan itu, diisi doa para tokoh agama. Tujuannya mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang mengalirkan air alami dari sumber mas Kali Odo.

“Sebelum pandemi Covid-19, banyak pengunjung dari wilayah sekitar desa dan luar Kabupaten Semarang berdatangan. Jumlahnya bisa seratusan lebih setiap hari,” kata dia, seperti dirilis Semarangkab.go.id.

Tak hanya itu, air dari Sumber Mas Kali Odo itu juga digunakan untuk mengairi tak kurang dari 50 hektare sawah warga. Menurut Darodji, areal persawahan itu terbentang di tiga desa, Gedangan, Rowosari dan Sraten.

Pada rangkaian sadranan kali ini, Bupati H Ngesti Nugraha, menebar seratusan bibit ikan nila di di dekat sumber mata air Kali Odo. Dia mendukung kelompok sadar wisata (pokdarwis) Dusun Karang Nongko, mengembangkan potensi Kali Odo menjadi tujuan wisata. Sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat.

“Kita berharap warga tetap berupaya untuk menggerakkan ekonomi daerah meski di masa pandemi,” katanya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Dewi Pramuningsih.

Kepala Seksi Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata, Taufik Haryanto menambahkan pengembangan tujuan wisata Kali Odo dilakukan inntensif sejak tiga tahun lalu. Pada tahun 2020 lalu telah mendapatkan bantuan dana pengembangan dari Pemprov Jateng senilai Rp100 juta.

Disparta Kabupaten Semarang terus melakukan pembinaan kepada para pengelola wisata air itu. “Disparta memberikan pelatihan pengelola wisata Kali Odo. Diharapkan akan lebih menarik para pengunjung,” jelasnya.(HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.