in

Masyarakat Diminta Untuk Melakukan Takbiran Di Dalam Masjid

Ilustrasi Bedug Takbiran. Dok/freepik.com

 

HALO SEMARANG – Perayaan takbiran keliling pada malam Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dilarang untuk dilakukan. Takbiran boleh dilakukan hanya di dalam masjid/musala.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Mustain Ahmad mewanti-wanti pelaksanaan takbiran di dalam masjid/musala harus dibatasi.
“Dalam jumlah yang sedikit sepuluh persen dari kapasitas. Jangan ada takbir keliling yang jalan kaki maupun kendaraan, hindari kerumunan,” kata Mustain kepada halosemarang.id, Rabu (12/5/2021).

Menurutnya, hal ini dilakukan di Jawa Tengah karena sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah, MUI Jawa Tengah dengan Surat Edaran Menteri Agama No 7 tahun 2021 Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19 yang di dalamnya juga mengatur tentang takbiran.

“Jadi takbiran itu ekspresinya adalah ibadah rasa syukur, jadi lantunkan dengan nada-nada yang baik, dengan irama yang baik,” imbuhnya.

Dalam pemantauan, lanjut Mustain, telah koordinasi dengan pihak kepolisian. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi adanya takbiran keliling yang dilakukan masyarakat.
Meski begitu, pihaknya yakin terhadap masyarakat yang sudah mengerti aturan dari pemerintah ini.

“Masyarakat sudah dapat tertib tanpa harus ditertibkan,” kata Mustain.

Dirinya berharap pada malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

“Pada malam takbir, pembagian zakat, dan Salat Idul Fitri tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Fajar Purwoko akan menerjunkan personel untuk membantu memecah kerumunan yang dikhawatirkan akan muncul.

“Ini dilarang takbiran, silakan takbiran di masjid/musala. Jadi masyarakat sudah mengerti aturannya. Kami terjunkan tiga regu untuk membantu memecah kerumunan,” imbuhnya.(HS)

Share This

Ombudsman Jateng Soroti Minimnya Standar Pelayanan Publik Bagi Pengguna Kebutuhan Khusus

Datangi Perum RSS Sidokerto, Ganjar Dengarkan Kisah Guru