in

Masyarakat Belum Bisa Diajak Berpikir Disiplin Protokol Kesehatan

Warga membeli tiket masuk objek wisata. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Sebagian warga masyarakat belum memiliki kesadaran akan pentingnya disiplin protokol kesehatan. Mereka juga belum bisa diajak berpikir disiplin protokol kesehatan, sehingga harus terus menerus diingatkan.

Pendapat tersebut disampaikan Manajer Batang Dolphin Center, Oktavianus Bagus Wijaya Danu, berkaitan dengan pembukaan objek-objek wisata.

“Sebagian pengunjung yang terkadang kurang memiliki kesadaran pentingnya disiplin protokol kesehatan. Masyarakat sudah terlalu lama berada di dalam rumah, jadi ketika objek wisata dibuka, mereka berbondong-bondong untuk mencari udara segar, tetapi belum bisa diajak berpikir disiplin protokol kesehatan,” kata dia, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Karena itu walaupun objek wisata itu, Senin lalu sudah dibuka lagi untuk kunjungan wisata, namun pihaknya tetap melakukan pembatasan pengunjung.

Pengelola Dolphin Center selama ini juga telah berupaya maksimal untuk menerapkan protokol kesehatan, termasuk dengan menyiapkan sarana prasarana penunjang.

Pengelola juga senantiasa mengingkatkan pengunjung yang lupa untuk memakai masker dan menjaga jarak.

“Sampai saat ini belum ada yang terpapar Covid-19. Semoga tidak ada dari klaster pariwisata dan warga Kabupaten Batang sehat selalu,” harapnya.

Salah satu pengunjung, Andi dari Buaran Pekalongan mengutarakan, sebelum berkunjung ke Dolphin Center sempat memastikan di media sosial, bahwa objek wisata tersebut benar-benar dibuka.

“Saya lihat postingan di media sosial, cuma tutup satu hari, tapi saya tidak tahu kenapa kemarin ditutup. Ternyata memang sudah buka, jadi saya sekeluarga langsung ke sini,” ujar dia.

Ia sempat merasa takut untuk berwisata di tengah pandemi, tetapi karena jenuh terlalu lama berada di rumah, akhirnya memutuskan untuk berlibur.

“Objek wisata dibuka saja, tapi jangan terlalu ramai. Sekarang suasananya sepi, tapi lebih enak kalau ramai,” kata dia.

Plt Kepala Disparpora Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, mengatakan meskipun penyebaran pandemi Covid-19 dari klaster pariwisata belum pernah ada di Batang, namun para pelaku pariwisata patut mewaspadai, agar tidak terjadi.

Terkait penutupan sementara objek wisata beberapa hari lalu, merupakan bentuk upaya mematuhi arahan dari Kapolda Jawa Tengah dan Pangdam IV/Diponegoro, sebagai langkah antisipasi supaya tidak timbul kerumunan di akhir libur Lebaran.

Penutupan hanya dilakukan Minggu(16/5) dan sehari kemudian objek-objek wisata itu sudah diperbolehkan dibuka kembali, tetapi tetap ditekankan protokol kesehatan.

“Pengunjung yang boleh masuk hanya 30%. Jika suatu objek wisata memiliki kapasitas seribu orang, maka hanya 300 orang yang diizinkan masuk,” katanya, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Dijelaskannya, pemantauan jumlah pengunjung dapat dilakukan melalui sistem tiket. Pengunjung yang datang, dihentikan dulu apabila jumlahnya telah mencapai 30 persen.

“Baru setelah yang 30 persen itu keluar, baru dibuka kembali untuk pengunjung lain,” terangnya.

Ia mengimbau, agar para pelaku UMKM yang juga berkontribusi di suatu objek wisata, tetap mengikuti aturan pemerintah.

“Pemerintah pusat dan provinsi sudah memperhitungkan segala sesuatunya. Apalagi pandemi masih bergerak fluktuatif, maka harus betul-betul bersabar dalam menghadapinya,” imbuhnya.

Sedangkan bagi masyarakat bisa tetap berkunjung ke destinasi wisata dengan menerapkan protokol kesehatan. (HS-08)

Share This

Badan POM Uji Keamanan Vaksin AstraZaneca Batch CTMVA547

Usai Lebaran, Pemkot Kebut Vaksinasi Lagi