in

Masuk PPKM Level 2, Kapolres Pekalongan Minta Masyarakat Perketat Prokes

Personel Polres Pekalongan mengkampanyekan protokol kesehatan (prokes) di pasar tradisional. Kampanye semacam itu digencarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga level PPKM dapat semakin turun. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Status Kabupaten Pekalongan sudah berada di level 2 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), tak membuat Polres Pekalongan kendur dalam mengkampanyekan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria SH SIK MH, mengatakan pihaknya terus mendorong agar masyarakat memperketat pelaksanaan protokol kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar penerangan keliling, untuk mengedukasi masyarakat.

“Kami melaksanakan penerangan keliling ke tempat-tempat rawan terjadi kerumunan, seperti pasar-pasar tradisional dan terminal di Kabupaten Pekalongan,” kata dia, Kamis (9/9), seperti dirilis Humas.polri.go.id.

Dalam kegiatan semacam itu, AKBP Arief selalu mengajak seluruh warga masyarakat, untuk waspada pada Covid-19 dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dalam segala aktivitas agar tak tertular.

“Hal ini bukan tanpa sebab, lantaran sampai saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19,” kata dia.

Dia juga meminta masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam menanggulangi wabah korona, termasuk menyukseskan program vaksinasi.

Upaya untuk menurunkan level PPKM, juga dilaksanakan oleh Satuan Samapta Polres Pekalongan, dengan gencar melaksanakan operasi yustisi. Kegiatan serupa dilaksanakan di kawasan Alun-alun Kabupaten Pekalongan, Kamis (09/09) yang hampir setiap sore digunakan remaja untuk berolahraga.

KBO Satuan Samapta Polres Pekalongan, Iptu Chalim mengatakan status PPKM level dua bukan berarti Kabupaten Pekalongan sudah terbebas dari ancaman Covid-19. Karena itu semua orang harus menerapkan protokol kesehatan, termasuk dengan memakai masker saat bepergian.

“Kepada masyarakat yang berolahraga, kami imbau untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, tidak berkerumun, dan setelah selesai berolahraga langsung pulang,” ujarnya.

Vaksinasi

Sementara itu ketika meninjau vaksinasi massal di Desa Srinahan, Kecamatan Kesesi, beberapa waktu llau, Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH menargetkan lebih dari 98 persen penduduknya dapat divaksinasi pada akhir tahun ini.

Adapun upaya untuk mencapai target tersebut, adalah bersinergi dengan berbagai pihak untuk menggelar vaksinasi massal, atau disebut Riswadi sebagai vaksinasi keroyokan.

“Harapannya target di kabupaten Pekalongan, Desember 2021 selesai semua. Ini salah satu bentuk mekanisme ‘vaksin keroyokan’. Jadi tidak di titik keramaian umum tetapi langsung masuk ke desa. Jadi di tracking nya gampang. Ada vaksin untuk anak anak dan dewasa, “ terang Riswadi. (HS-08)

Share This

Berbicara di Universitas Muhammadiyah Kudus, Iptu Subkhan Ajak Mahasiswa Tangkal Radikalisme

Polres Pati Gerebek Tempat Karaoke RM Alaska