in

Masuk Jateng, Ribuan Pengendara Diperiksa Pada Penyekatan Akhir Pekan

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafiruddin didampingi Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy di Mapolda Jawa Tengah.

 

HALO SEMARANG – Polda Jateng melaksanakan penyekatan kembali di akhir pekan bagi pengendara khususnya yang hendak masuk ke wilayah Jawa Tengah.

Sebanyak 4489 kendaraan diperiksa jajaran Ditlantas Polda Jateng saat pelaksanaan penyekatan kembali pada Jumat (27/8/2021) hingga Minggu (29/8/2021) di seluruh wilayah Polda Jateng.

Menurut data, jumlah kendaraan yang diperiksa tersebut meliputi 808 kendaraan di perbatasan antar-provinsi, dan 3681 kendaraan di perbatasan antar-kota.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin mengatakan, sesuai kebijakan pemerintah PPKM diperpanjang hingga 6 September 2021.

“Menindaklanjuti kebijakan ini, Polda Jateng melaksanakan penyekatan secara masif dengan tujuan untuk melakukan pengawasan terhadap pengguna jalan yang melintas antarkota maupun antarprovinsi,” jelas Rudy kepada halosemarang.id, Rabu (1/9/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Polda Jateng memeriksa sertifikat vaksin, surat bebas covid, serta aplikasi PeduliLindungi di ponsel pengguna jalan. Upaya-upaya tersebut disertai dengan imbauan dan pengecekan penerapan prokes di sejumlah rest area.

“Ada 70 titik penyekatan di seluruh kabupaten/kota. Setiap Polres menyiapkan tempat penyekatan di dua lokasi yaitu pintu masuk dan keluar kota/kabupaten,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, kegiatan penyekatan tersebut dilakukan dari siang hingga malam hari untuk memberikan imbauan kepada pengguna jalan.

“Kapolda memerintahkan setiap kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah untuk diperiksa. Setiap orang yang masuk ke hotel akan kami cek tujuannya ke mana, asal muasalnya dari mana, tujuannya apa serta berapa lama tinggal di Jawa Tengah,” tuturnya.

Kombes Rudy mengatakan, setelah dilakukan pengecekan maka data akan dimasukkan sebagai data pembanding. Selain itu kepolisian juga telah melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan untuk mengunduh aplikasi pedulilindungi.

“Apabila ditemukan masyarakat yang belum vaksin maupun tes PCR, mereka akan diarahkan untuk segera vaksin maupun melaksanakan tes PCR,” ucapnya.

“Seluruh anggota telah membawa banner maupun plang untuk memberikan informasi pengguna kendaraan terkait aplikasi pedulilindungi,” terang Kombes Rudy.

Selanjutnya, polisi akan melakukan verifikasi vaksinasi pada pengguna jalan. Jika belum mendownload aplikasi maka anggota kepolisian memandu pengguna jalan untuk mengunduh pedulilindungi.

“Jadi diharapkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah telah mendownload aplikasi itu,” tuturnya.

Terkait penyekatan, Rudy menjelaskan pada kegiatan pertama di akhir pekan terjadi peningkatan arus kendaraan. Hal ini terjadi di Tawangmangu, Karanganyar maupun Simpanglima, Kota Semarang.

“Upaya ini akan kami laksanakan terus. Seluruh Kasatlantas sudah kami perintahkan membawa banner serta melaksanakan sosialisasi,” ujar dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan, meskipun penyekatan telah dilonggarkan, masyarakat diimbau tetap waspada penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah. Mengingat penyebaran Covid-19 di Jateng merupakan salah satu tertinggi di Indonesia.

“Jangan sampai kelonggaran ini membuat masyarakat lengah terhadap penularan Covid-19. Kelonggaran ini semata-mata agar kehidupan masyarakat berangsur normal dan ekonomi kembali menggeliat. Kami berharap masyarakat bisa bersinergi dengan pemerintah untuk menekan penyebaran covid,” imbuhnya.(HS)

Share This

Pemerintah Kota Surakarta Menyalurkan Bantuan Sembako Kepada 31.070 Masyarakat Terdampak PPKM

Kabar Gembira, Destinasi Wisata Karimunjawa Sudah Dibuka