in

Masuk Area Stadion Utama Kendal Harus Bayar Rp 3.000, Disporapar : Kami Tidak Pernah Memungut

Suasana area gerbang Stadion Utama Kebondalem Kendal di hari biasa/kerja.

HALO KENDAL – Dalam sebuah postingan di salah satu group media sosial facebook, salah seorang warga Kendal mengeluhkan adanya penarikan retribusi Rp 3.000 saat memasuki gerbang area Stadion Utama Kebondalem Kendal.

Inpone lur saiki parkir ora parkir mbayar yo? padahal stadion Ig ora ono acara sama sekali. per orang 3 ribu yg disponsori oleh karangtaruna kebondalem. legal po ilegal kira2 nggeh? biasane kan petugas parkir gon ngarep lahan parkire Iha iki kok ngarep gerbang seakan2 nek meh ng stadion bayar tiket masuk 3ewu”.

(Infonya saudara, sekarang parkir tidak parkir bayar ya? Padahal stadion sedang tidak ada acara sama sekali. Per orang tiga ribu yang disponsori oleh karangtaruna Kebondalem. Legal apa ilegal kira-kira ya? Biasanya kan petugas parkir di depan lahan parkirnya, lha ini kok di depan gerbang, seakan-akan kalau mau masuk ke stadion bayar tiket tiga ribu-red). Tulis salah satu akun warga yang mengatasnamakan Eka N, dilengkapi dengan foto pendukung.

Padahal area Stadion Utama Kebondalem Kendal merupakan kewenangan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal.

Kepala Disporapar Kendal, Achmad Ircham Chalid saat dikonfirmasi hal tersebut, membantah pihaknya memungut retribusi di lingkungan stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Kendal tersebut.

“Disporapar tidak pernah memungut (retribusi-red) di lingkungan stadion,” tandasnya melalui pesan singkat, Minggu (5/11/2023).

Ircham juga mengaku, hal tersebut di luar sepengetahuannya. Didesak apa langkah yang akan diambil pihaknya dengan adanya keluhan warga dan penanganan, Ircham berjanji akan berkoordinasi dengan pihak yang terkait.

“Ya, itu di luar sepengetahuan kami. Nanti akan kami koordinasikan dengan mereka (Karangtaruna Kebondalem-red) dan Dishub Kendal juga,” ungkapnya.

Sementara tanggapan dari tokoh masyarakat Kendal, Nashron, terkait adanya penarikan retribusi parkir di Stadion Utama Kebondalem Kendal, menurutnya selama ada karcis retribusi tidak masalah.

Dikatakan, sesuai Keputusan Mahkamah Agung No. 3416/Pdt/1985 disebutkan bahwa, kegiatan usaha parkir merupakan perjanjian penitipan barang, sehingga hilangnya barang atau kendaraan Pemilik sebagai pengguna jasa parkir menjadi tanggung jawab pengelola parkir.”

“Jadi kalau sudah berani ngarcisi, meski disitu tertulis kalau hilang tidak bertanggung jawab, tapi tetap secara hukum tidak bisa menggugurkan secara sepihak akan tanggung jawabnya mengganti,” ujar Nashron.

Masalah parkir di area Stadion Utama Kebondalem Kendal selama ini banyak dikeluhkan warga. Terutama saat ada event, yaitu untuk sepeda motor dikenakan biaya parkir Rp 3.000 – Rp 5.000 per motor. (HS-06)

Golkar Jateng Siapkan Caleg Potensial

HUT Ke-30 RS Kanker Dharmais, Menkes Resmikan 3 Layanan Deteksi Dini Kanker