Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo Bukti Kedekatan Presiden Jokowi dan UEA

Sejumlah pejabat Uni Emirat Arab, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Eric Thohir, dan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, bersama-sama dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Syeikh Zayed Solo. (Foto : Surakarta.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed, ini menjadi momentum penting dalam kedekatan dan penguatan hubungan bilateral pemerintah Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

“Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini, menunjukkan kedekatan dan hubungan harmonis, antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Khususnya antara Presiden Jokowi dan Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang semakin intensif dalam dua tahun terakhir,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat ground breaking pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed, di lokasi proyek Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (6/3).

Menurut Menag, pendirian masjid ini juga memberi arti khusus bagi kedua negara. Apalagi hak intelektual desain masjid ini juga milik Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Desain masjid ini juga persis menyerupai Sheikh Zayed Grand Mosque, di Abu Dhabi, yang dikenal sebagai masjid terindah di dunia.

Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo yang luasnya 3 hektare direncanakan mampu menampung hingga sekitar 10.000 jamaah. Waktu pembangunan memakan waktu selama 1,5 tahun sehingga ditargetkan masjid megah ini siap digunakan pada akhir 2022 mendatang.

“Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo ini memang tidak akan sebesar masjid asli, Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi yang mampu menampung 40.000 jamaah. Namun desainnya sama persis dan semua biaya pembangunan masjid ini diberikan oleh pemerintah UEA,” ujar Menag Yaqut, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Menag mengungkapkan, Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi yang luasnya 22.412 meter persegi, membutuhkan waktu pembangunan hingga 12 tahun dan menelan biaya mencapai sekitar USD 545 juta atau setara Rp 8 triliun.

Adapun anggaran pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo mencapai USD 20 juta atau hampir Rp 300 miliar, yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA.

Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga akan dilengkapi dengan Islamic Center.

Menag Yaqut menambahkan, acara Groundbreaking Replika Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo juga menjadi puncak dari rangkaian kegiatan bertajuk Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021, 1-8 Maret 2021 di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

IEAW 2021 didukung Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, BKPM dan BUMN, serta seluruh kementerian/lembaga terkait. Selain pembangunan masjid, beberapa kesepakatan kerja sama antar kedua negara, baik yang melibatkan pemerintah dan swasta juga terlaksana dengan baik. Kerjasama tersebut meliputi bidang lingkungan hidup, ekonomi kreatif, pelabuhan laut, kedirgantaraan, dan agrobisnis. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.