in

Masih Berkah Kemerdekaan, Belasan Napi Lapas Semarang Bebas Asimilasi Dan PB

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali melaksanakan pembebasan belasan nara pidana melalui dua program pemberian Asimilasi di rumah dan Pembebasan Bersyarat (PB).

 

HALO SEMARANG – Berkah Kemerdekaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali melaksanakan pembebasan belasan nara pidana.

Sebanyak 13 nara pidana dibebaskan melalui dua program pemberian asimilasi di rumah dan pembebasan bersyarat (PB).

Pembebasan ini dilaksanakan menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Nara Pidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Belasan nara pidana ini dipulangkan setelah memenuhi syarat untuk melaksanakan asimilasi di rumah. Mereka mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana, sehingga perhitungan 2/3 pidananya jatuh pada tahun 2021.

Mereka juga bukan nara pidana yang melakukan pengulangan tindak pidana (residivis), serta tidak dipidana lebih dari satu perkara.

Kepala Lapas Semarang sekaligus Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Supriyanto menjelaskan, asimilasi tersebut menjadi langkah yang tepat agar tidak ada penularan Coronavirus disease (Covid-19) di dalam lapas, mengingat lapas menjadi lokasi rentan terjadinya penularan.

“Asimilasi itu diberikan agar nara pidana bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak diperbolehkan keluar rumah sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai,” jelas Supriyanto kepada halosemarang.id, Selasa (24/8/2021).

Apalagi, kata dia, pemerintah telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat, jadi harus tetap mematuhi peraturan yang telah ditetapkan,” sambung dia.

Ia menambahkan, nara pidana yang menjalani asimilasi juga tetap mendapatkan pantauan dari petugas Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (bapas) secara daring.

“Nantinya akan ada penambahan nara pidana yang bebas asimilasi. Namun masih menunggu hasil putusan inkracht dari pengadilan dan syarat-syarat administratif yang harus terpenuhi,” ujarnya.

Asimilasi ini diberikan kepada nara pidana yang telah menjalani setengah dari masa pidana dan bukan merupakan nara pidana dengan tindak pidana khusus, seperti narkoba di atas lima tahun, korupsi, terorisme, pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, kesusilaan, kesusilaan terhadap anak, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

“Pelaksanaan asimilasi diserah terimakan kepada balai pemasyarakatan melalui daring video call untuk mendapatkan pengawasan dan pembimbingan lanjutan,” imbuhnya.(HS)

Share This

Satya Wacana Saints Bangun GOR Mini

Galang Donasi, Mahasiswa Semarang Gelar “Pasar Gratis” untuk Bantu Warga Terdampak PPKM