Masa Pandemi, Nilai Ekspor Produk Pertanian Jateng Capai Rp 2 Triliun

Foto ilustrasi: Para pekerja mengangkut hasil pertanian untuk dikirim ke daerah lain.

 

HALO SEMARANG – Nilai ekspor produk pertanian asal Jawa Tengah, hingga Oktober 2020 mencapai Rp 2,09 triliun ke sejumlah negara.

Kabid Penyuluhan Pasca Panen dan Bina Usaha (P2BU) Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemprov Jateng, Farid Mufti mengatakan, nilai ekspor di tengah pandemi relatif hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data, nilai ekspor pertanian Jateng pada 2019 hingga September mencapai Rp 2,51 triliun.

Adapun, produk yang diminati pasar luar negeri adalah  porang, kacang hijau, kacang tanah dan beberapa produk hortikultura.

“Untuk nilai ekspor itu tetap tinggi, rata-rata nilainya per tahun itu sekitar Rp 2 triliun. Kalau tahun 2020 hingga bulan Oktober, nilainya sekitar Rp 2,09 triliun,” ujarnya di Semarang.

Menurut Farid, sejumlah produk pertanian asal Jawa Tengah tetap diminati pasar ekspor.

“Hal ini dikarenakan produk pertanian asal Jawa Tengah memiliki citra pengolahan yang tidak menggunakan rekayasa genetik,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Farid, produk organik dari Jawa Tengah mendapat atensi tinggi di pasar luar negeri.

Adapun negara tujuan ekspor produk pertanian Jateng antara lain, China, Thailand  dan Vietnam. Sedangkan, pasar Eropa yang disasar adalah Jerman dan Prancis.

“Kalau ke Prancis, sayuran banyak  diminati. Kalau Amerika itu beras organik banyak diminati. Kemarin pameran di Batam, kami bawa lima kwintal alpukat habis dalam waktu dua jam, diborong pembeli dari Singapura,” katanya.

Farid menambahkan selama pandemi, petani di Jawa Tengah tetap berproduksi meski terjadi penurunan permintaan dari masyarakat yang menyebabkan penurunan harga.

Melihat kondisi itu, telah dilakukan sejumlah strategi pemasaran sehingga produk pertanian terserap pasar.

“Distribusi hasil pertanian turun, karena daya beli menurun, sedangkan produksi tetap. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan campur tangan dan strategi pemasaran. Di antaranya, menampilkannya pada aplikasi Agro Jowo (katalog komoditas pertanian elektronik), mengkomunikasikan dengan propinsi lain yang membutuhkan dan juga melalui marketplace,” paparnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.