in

Maraknya Kriminalitas Di Kos-Kosan Jadi Perhatian Serius Polrestabes Semarang

Salah satu kasus kejahatan yang berhasil diungkap Polrestabes Semarang yaitu perdagangan orang atau praktik prostitusi di Kos Palapa Jalan Gayamsari II No. 39, Kelurahan Gayamsari Kecamatan Gayamsari.

 

HALO SEMARANG – Maraknya aksi melanggar hukum atau tindakan kriminal yang terjadi di kos-kosan menjadi perhatian serius Polrestabes Semarang.

Kasus terbaru yang berhasil diungkap oleh Polrestabes Semarang yaitu perdagangan wanita atau praktik prostitusi di Kost Palapa Jalan Gayamsari II No 39, Kelurahan Gayamsari Kecamatan Gayamsari Kota Semarang pada Kamis (18/11/2021).

Pada kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan satu orang yang berperan sebagai mucikari bernama Darwin Pratomo, warga Kebondalem, Kabupaten Kendal. Selain mendapatkan uang di setiap transaksi, ia juga bisa menyetubuhi empat wanita yang ia pekerjakan dengan gratis.

Lalu data yang dihimpun halosemarang.id, selama tahun 2021, ada tiga kasus kriminalitas atau khususnya kekerasan terhadap perempuan di kamar kos yang berujung kematian.

Kasus pertama Alip Surani alias Ratna (31) dibunuh pelanggannya saat bekerja sebagai pekerja seks di kamar kos Jalan Pusponjolo Selatan Nomor 124, Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (7/5/2021).

Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan, masing-masing bernama Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) dan Ibnu Setiawan (19) lima hari selepas kejadian pembunuhan.

Kedua, Raras Kurnia Dewi (29) warga Kebumen. Ia dibunuh oleh anak di bawah umur berinisial GD (17) warga Tuksari, Kledung, Temanggung, di kos mewah Jalan Jogja nomor 26, Kota Semarang. Modus tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara membekap dan mencekik, Senin (5/7/2021).

Ketiga, Silvi Ayu Nugraha (22) warga Blora ditemukan meninggal dunia di kamar kos nomor 2 lantai dua Jalan Condrokusumo RT 8 RW 5 Gisikdrono, Semarang Barat. Korban dibunuh pasangannya Agung Dwi Saputro (18) warga Gebang, Banjarsari, Surakarta, pada Jumat (20/8/2021) ketika sedang mengandung buah hati selama 8 bulan.

“Jadi sepertinya ini sekali lagi kos-kosan. Sebelumnya beberapa kasus misalnya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh warga Temanggung (GD) itu kan di kos-kosan juga. Kemudian kasus yang wanita (Ratna) dibakar itu juga di kos-kosan juga, sekarang (perdagangan orang) kos-kosan lagi,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini di Mapolrestabes Semarang.

Irwan menyayangkan kasus-kasus kejahatan yang kerap terjadi di sejumlah tempat kos di Kota Semarang. Oleh sebab itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) agar permasalahan tersebut dapat dicegah.

“Nanti kita akan koordinasi dengan Pemerintah Kota untuk lebih aware lagi dengan lingkungan setempat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, akan lebih mengawasi kos-kosan terutama indekos yang terletak di dekat-dekat kampus. Jika ditemukan tindakan asusila, pihaknya akan melayangkan surat kepada lembaga kampus yang bersangkutan.

“Nantinya kita bakal menyusuri ke kampus-kampus. Kalau ditemukan tidak benar, nanti kita akan menyurati rektornya. Jangan sampai anak-anak nggak ada pendidikan mental. Nantinya negara kita mau dibawa ke mana, karena kami sudah tua, butuh generasi penerus bangsa yang tangguh dan punya moral yang baik,” tegasnya.(HS)

Share This

Unwahas Ciptakan Mainan Mekanikal Edukatif untuk Anak 

Kurangi Kejenuhan, Pemkab Pati Siapkan Aneka Lomba Hari Korpri