in

Maraknya Judi Togel Jadi Perhatian Serius MUI

Dari kanan, Ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Daroji, Ketua Fuspaq Kendal KH Muhammad Mustamsikin dan Ketua MUI Kendal, KH Asroi Tohir saat Orientasi Kader Ulama di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kendal, Minggu (12/9/2021).

 

HALO KENDAL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, meminta kepada kepolisian untuk menindak tegas para pelaku praktik judi toto gelap (togel) di wilayah Kendal yang semakin marak dan meresahkan warga.

Ketua MUI Kendal, KH Asroi Tohir menegaskan, baik pengepul, penjual dan pembeli atau konsumen togel harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. Sehingga tidak timbul kesan judi togel dibiarkan atau diperbolehkan oleh aparat kepolisian.

“Polisi harus mengambil langkah tegas dan terukur. Sebab kalau dibiarkan masyarakat akan memiliki kesan judi togel ini dibolehkan. Kan bisa jadi runyam kalau dibiarkan,” tandasnya di sela Orientasi Kader Ulama di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Minggu (12/9/2021).

Dikatakan, alasan ekonomi menurutnya kerap kali menjadi pemafhuman orang menjual atau melakukan aktivitas jual beli kupon judi togel. Tapi hal seperti ini menurutnya tetap tidak boleh dibenarkan.

“Sebab kenyataannya, tidak ada orang sukses dan kaya karena perjudian. Yang ada permainan untung-untungan. Pernah menang, tapi juga banyak kalahnya,” imbuh Asroi Thohir.

Selain berpesan kepada aparat yang berwajib, dirinya juga berpesan kepada masyarakat, agar jangan suka main hakim sendiri untuk menyikapi persoalan ini. Sebab hal itu juga nantinya dapat menimbulkan kekacauan.

“Jika satu kelompok masyarakat dibiarkan main hakim sendiri, maka kelompok lain nanti juga akan ikut-ikutan. Hal itu malah tidak bagus, justru akan menimbulkan kekacauan yang besar,” pesan Asroi Thohir.

Kepada ulama, tokoh masyarakat, pemuda, ia mengingatkan untuk tetap menahan diri. Lebih baik memberikan laporan yang jelas kepada kepolisian.

“Biar nanti aparat kepolisian yang bertindak. Jadi jangan main hakim sendiri,” imbuh Asroi Thohir.

Dirinya menyebut, dalam membuat laporan yang diberikan kepada kepolisian, juga harus jelas dan data-data akurat.

“Jangan laporan yang asal dengar saja, atau jarene (katanya-red). Nanti malah menimbulkan fitnah dan merugikan pihak-pihak tertentu,“ tuturnya.

Menurutnya, persoalan judi togel diakuinya tidak hanya terjadi dan marak di Kendal saja, tapi di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua MUI Jateng, Dr KH Ahmad Daroji mengakui persoalan judi togel ini memang menjadi problem bersama untuk diselesaikan.

Apalagi masalah ekonomi, yang kerap jadi alasan, tidak bisa menjadi alat pembenaran.

“Tugas ulama adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjudian. Dinasehati secara baik-baik, cari makan atau rezeki boleh, tapi dengan cara lain yang lebih baik dan halal,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Anggota MUI Kecamatan Ringinarum, Kendal, KH Zaenuri. Menurutnya masalah togel yang merajalela ini, MUI harus bisa mengatasinya.

“Tentu saja dengan cara-cara yang baik dan bijaksana. Karena perjudian jenis ini, sudah menjadi salah satu penyakit masyarakat Kendal,” tukasnya.(HS)

Share This

Nikmati Package Patisserie Coustic, di Luminor Hotel Purwoketo

Begini Aturan Ketat Seleksi Calon ASN Di Kota Semarang