in

Marak Kriminalitas Di Kos-Kosan, Kapolrestabes Semarang Minta Pemilik Kos Untuk Lebih Selektif

Foto ilustrasi Tribratanews.jateng.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Beberapa kos-kosan di Semarang saat ini sering menjadi tempat kejahatan, terutama kasus kekerasan terhadap perempuan yang berujung kematian.

Data yang dihimpun halosemarang.id di tahun 2021, ada tiga kasus kekerasan terhadap perempuan di kamar kos yang berujung kematian.

Pertama Alip Surani alias Ratna (31) dibunuh teman prianya di kamar kos Jalan Pusponjolo Selatan Nomor 124, Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (7/5/2021).

Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan masing-masing bernama Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) dan Ibnu Setiawan (19) lima hari selepas kejadian pembunuhan.

Kedua, Raras Kurnia Dewi (29) warga Kebumen yang dibunuh anak di bawah umur berinisial GD (17) warga Tuksari, Kledung, Temanggung di kos mewah Jalan Jogja nomor 26, Kota Semarang, Senin (5/7/2021).

Ketiga, Silvi Ayu Nugraha (22) warga Blora ditemukan meninggal dunia di kamar kos nomor 2 lantai dua Jalan Condrokusumo RT 8 RW 5  Gisikdrono,  Semarang Barat. Korban dibunuh pacarnya sendiri, Agung Dwi Saputro (18) warga Gebang, Banjarsari, Surakarta, Jumat (20/8/2021).

Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengimbau kepada pemilik kos untuk lebih ketat dalam menyeleksi penghuni atau orang yang hendak menyewa kos-kosan.

“Jadi pembelajaran bersama saja, ke depan biar bisa lebih selektif untuk menerima orang yang akan nyewa kos,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini di Mapolrestabes Semarang.

Dia pun juga meminta kepada RT setempat untuk lebih disiplin dalam mengawasi dan menerima orang luar dengan memastikan asal usul yang pasti terkait identitas orang yang hendak bermukim di wilayahnya.

Lebih lanjut, kata Irwan, dalam menangani hal ini, pihaknya akan terus berkoordinasi kepada Pemerintah Kota Semarang agar tidak ada lagi kejadian kejahatan yang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

“Kita akan koordinasi dengan pemerintah kota untuk diteruskan kepada pengurus RT RW untuk orang yang akan ngekos. Pastikan dulu keberadaanya. Jangan sampai terjadi misalnya, kos ini dijadikan tempat pelacuran atau tempat hidup bersama atau kumpul kebo penyewanya,” imbuhnya.(HS)

Share This

HUT Polwan Ke-73, Kapolres Pekalongan Beri Penghargaan Kepada Polwan Berprestasi

87 Kasus Kebakaran Selama 2021