in

Marak Kejahatan Ganjal Mesin ATM, Polda Jateng Minta Masyarakat Tak Minta Pertolongan Orang Asing saat Kendala Transaksi

Ungkap kasus komplotan pencurian dengan modus ganjal ATM di Polda Jateng beberapa waktu lalu

HALO SEMARANG – Marak aksi kejahatan pencurian uang dengan modus mengganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah minimarket maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Terbaru, Unit Resmob Ditreskrimum Polda Jateng bersama Satreskrim Polres Jepara berhasil meringkus tiga orang komplotan spesialis kejahatan tersebut yang sudah dilakukan di tiga provinsi.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan tiga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial EA (40) warga Banten, JA (42) dan FR (39) warga Lampung. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial YD (39) warga Lampung kini masih daftar pencarian orang (DPO).

Para komplotan tersebut sudah melakukan aksinya sebanyak 11 kali dengan total kerugian yang dialami korban atau hasil kejahatan yang didapat pelaku mencapai ratusan juta. Djuhandani merinci, adapun para pelaku melakukan aksinya yaitu empat lokasi di Provinsi Banten dan Jawa Barat kemudian tiga lokasi di Jawa Tengah.

“Modusnya para pelaku menargetkan korban yang berada di mesin ATM baik itu di pusat perbelanjaan maupun di SPBU. Setelah melihat target lalu melakukan aksinya mengganjal ATM, kemudian korban diminta memasukan kartu ATMnya dan nomor pinnya,” ujarnya belum lama ini.

Agar kejahatan serupa tak terjadi lagi, Kombes Djuhandani meminta kepada masyarakat untuk waspada dan merahasiakan nomor pin ATM kepada orang asing. Dirinya juga meminta kepada masyarakat jika mendapatkan kesulitan atau kendala dalam melakukan transaksi untuk langsung menghubungi pihak bank langsung.

“Mohon kerahasiaannya (pin) benar-benar dijaga. Kalau mendapatkan kesulitan-kesulitan atau kerusakan saat transaksi untuk tolong hubungi kepada bank yang dimaksud, tidak usah mencari pertoongan orang karena ini menjadikan modus kejahatan,” paparnya.

Dia menyebut juga ada modus lain yang digunakan pelaku saat masyarakat mengalami kendala ketika transaksi, yaitu menempelkan nomor atau kontak di mesin ATM.

“Ada modus lain yaitu menaruh nomor telepon padahal itu bukan nomor telepon bank. Alangkah baiknya menyimpan dulu nomor telepon bank-bank resmi yang digunakan,” imbuhnya. (HS-06)

Pemkot Semarang Jamin Ketersediaan Stok Bahan Pangan Jelang Imlek, Penimbun akan Dipidana

Prevalensi Kebutaan Penduduk Usia Lebih dari 50 Tahun di Jateng 2,7 Persen