in

Manfaatkan Sampah Botol Plastik, Marimas Beri Sentuhan Pembuatan Taman Ecobrick Kota Semarang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono ikut meninjau pembuatan bangunan taman yang memanfaatkan botol plastik bekas atau ecobrick di Taman Ecobrick Kota Semarang, Sabtu (9/10/2021).

 

HALO SEMARANG – PT Marimas melanjutkan pembuatan taman dengan memanfaatkan ecobrick dalam pembangunan Taman Ecobrick Kota Semarang di Jalan Tapak, Kecamatan Tugurejo atau samping Kantor Dinas Lingkungan Hidup(DHL) Kota Semarang, Sabtu (9/10/2021).

Dalam pembuatan ecobrick sesi kali ini, Marimas melibatkan sejumlah masyarakat yang tergabung di komunitas ecobrick Marimas dan pegawai DLH sendiri. Seperti Bank Sampah Kota Semarang, Proklim Purwokeling BPI, Saka Kalpataru dan Tim KKN RDR Angkatan 77 Kelompok 43 UIN Walisongo.

Nampak, di tengah pembangunan taman ecobrick ini dengan memanfaatkan selain botol plastik bekas yang diisi sampah plastik. Disiapkan juga perekat berupa tanah liat yang dicampurkan kotoran hewan, dan jerami pengganti semen. Untuk mencampurkan bahan-bahan yang bisa diambil dari alam ini tidak menggunakan alat modern, tapi secara manual yakni diaduk dengan tangan dan kaki.

Sehingga lapisan perekat itu lebih pulen, dan tidak gampang retak saat digunakan pembuatan bangunan ecobrick, seperti meja dan kursi.
Lantip Waspodo selaku Humas Marimas menerangkan, bahwa Taman Ecobrick ini juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan Marimas.

“Marimas memulai mengenalkan ecobrick kepada masyarakat Semarang sejak 2017. Saat ini kita bisa bangga bahwa Kota Semarang dapat memanfaatkan plastik tidak terpakai menjadi ecobrick yang kemudian jadi sebuah Taman Ecobrick,” tambah Lantip, di sela-sela pembuatan ecobrick, Sabtu (9/10/2021).

Eko Gustini Pramukawati dari Proklim Purwokeling sekaligus memimpin pembuatan bangunan ecobrick menyampaikan, bahwa bangunan ecobrick menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

“Ecobrick ketika akan digunakan di luar ruang maka perlu dilapisi tanah liat, karena plastik jika terkena sinar matahari dapat mengeluarkan dioksin atau racun maka harus dilapisi tanah liat terlebih dahulu. Lapisan tanah liat ini terdiri dari campuran lempung, kotoran kerbau dan jerami,” terang Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, Taman Ecobrick ini akan memanfaatkan 20.000 botol ecobrick yang dibuat oleh komunitas dan masyarakat Kota Semarang.

“Ecobrick berasal dari kata eco yang berarti ramah lingkungan dan brick yang berarti bata. Jadi Taman Ecobrick ini bentuk nyata ecobrick digunakan sebagai pengganti bata dan menjadi sebuah bangunan. Satu botol ecobrick berisi 250 gram plastik yang sudah tidak terpakai. Coba kalau dikalikan 20.000 berarti kita menyelamatkan dan memanfaatkan 5 ton plastik,” tegas Sapto.

Dikatakan Sapto, pembuatan taman ecobrick ini menambah warna dalam pembangunan Taman ecobrick Kota Semarang. Memang nantinya tidak semua taman ecobrick mendominasi karena untuk estetika taman ini.

“Ini sekaligus branding Kota Semarang dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi taman. Di taman ini akan dihiasi dengan bunga hasil kerajinan komunitas Bank Sampah, yang memanfaatkan kembali sanpah plastik dikelola dengan bijak,”pungkas Sapto.(HS)

Share This

Polsek Pakis Aji Jepara Tekan Penyebaran Covid-19 Dengan Bagikan Masker Gratis Ke Warga dan Sosialisasikan Prokes 5M

Kecelakaan Di Arteri Soekarno-Hatta, Pemotor Meninggal Dunia Usai Tabrak Trotoar