in

Manfaatkan Potensi, Bupati Blora Gandeng Empat Perguruan Tinggi di DIY

Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi dalam acara penandatanganan MoU dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA –  Berbagai upaya dilakukan Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi,  demi memajukan wilayah yang dipimpinnya. Untuk memanfaatkan beragam potensi wilayahnya, dia pun menggandeng empat perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk bekerja sama.

Dalam road show selama dua hari, Jumat (3/9) hingga Sabtu (4/9) lalu, Bupati menggandeng Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Kartika Bangsa, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta.

Turut mendampingi Bupati, Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, Sekda Komang Gede Irawadi SE MSi, dan OPD teknis terkait

“Alhamdulillah mulai Jumat lalu hingga Sabtu, kami tandatangani MoU dengan beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta. Ada UNY, Stiper, STISIP, dan UPN. Kami ingin dengan adanya MoU bersama perguruan tinggi ini, bisa bermanfaat untuk Kabupaten Blora melalui sejumlah peluang kerja sama. Baik kerja sama pendidikan tinggi, pengabdian masyarakat, hingga sejumlah penelitian dan pengembangan potensi Blora,” kata Bupati, seperti diirlis Blorakab.go.id.

Dengan semakin banyak perguruan tinggi yang terlibat untuk melakukan pendampingan, Arif menyatakan yakin pembangunan akan bisa berjalan lebih cepat dan berkualitas baik, karena dikawal langsung oleh ahlinya.

“Banyak potensi Blora yang bisa dikembangkan bersama dengan sejumlah perguruan tinggi. Selain KKN mahasiswa, bisa dirintis kerja sama beasiswa pendidikan, pendampingan desa berdasarkan potensi lokal, pemberdayaan ekonomi, hingga penataan kawasan wisata dan lainnya,” kata Bupati.

Bupati menyontohkan untuk MoU dengan UNY Yogyakarta, pihaknya menggagas adanya Kampung UNY di Kabupaten Blora.

“Alhamdulillah Pak Rektor UNY, Prof Dr Sumaryanto MKes, menyambut baik MoU dengan Blora. Kami sampaikan gagasan pendirian Kampung UNY di Kabupaten Blora. Yakni desa yang potensinya baik, namun belum tergarap maksimal akan didampingi langsung oleh UNY menjadi desa unggulan,” kata Bupati Arief.

Nantinya, Pemkab akan memilih desa yang cocok dijadikan binaan Kampung UNY.

Untuk tahap awal, akan dilakukan pengerahan mahasiswa terlebih dulu untuk melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN). Selain KKN, akan dilakukan identifikasi potensi dan permasalahan di desa tersebut.

Setelah potensi dan masalah terindentifikasi, selanjutnya dilakukan penelitian dan pemberdayaan masyarakat oleh kampus dan lainnya.

“Jadi satu atau dua desa ini akan menjadi laboratorium kampus. Para alumni UNY yang asli Blora juga bisa rangkul bersama,” tambah Bupati.

Sehingga menurut Bupati, hulu hingga hilirnya bisa dilakukan langsung di desa, sehingga perkembangannya akan terlihat.

“Ini lho desa yang sebelumnya tertinggal, setelah didampingi UNY ternyata bisa maju. Tentu akan membuat desa lainnya berlomba-lomba untuk meniru. Bisa kita kerjasamakan dengan Kementerian Desa juga. Kita tahu dari 295 kelurahan atau desa di Kabupaten Blora, hampir 50 persennya berada di kawasan hutan. Sehingga kami ingin agar perguruan tinggi bisa ikut Sesarengan mBangun Blora,” papar Bupati.

Adapun kerja sama dengan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Bupati mengatakan keinginannya agar potensi pertanian dan perkebunan di Blora bisa tertata dan tergarap secara maksimal. Hal ini karena mayoritas masyarakat Blora bermatapencaharian sebagai petani.

“Kita tahu banyak potensi pertanian dan perkebunan Kabupaten Blora yang butuh pendampingan dan pengembangan dari para ahlinya agar lebih maksimal. Maka melalui MoU inilah, nantinya akan dikerjasamakan model pendampingan pengembangan potensi pertanian dan perkebunan,” kata dia.

Selanjutnya kerja sama dengan STISIP Kartika Bangsa, pihaknya ingin perguruan tinggi ini bisa membuka kelas jauh perkuliahan di Blora, dengan program beasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Seperti halnya perguruan tinggi lainnya, kami ingin STISIP Kartika Bangsa juga bisa ikut membangun SDM Kabupaten Blora,” ucapnya.

Adapun dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Bupati ingin potensi geologi Kabupaten Blora yang sangat banyak, dapat ditata menjadi Geoheritage dan Geopark berkelas Nasional menuju internasional.

“UPN ini ahlinya geologi, dan Blora punya banyak potensi geologi yang belum tergarap maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” terangnya.

Selain itu, Blora – Cepu juga cocok menjadi pusat studi perminyakan Indonesia. Tidak hanya itu, bersama UPN kita ingin ada pendampingan desa.

“Semakin banyak Perguruan Tinggi yang melaksanakan pendampingan desa, Insya Allah Blora bisa lebih cepat maju, aamiin,” tutur Bupati.

 

Pada keempat kampus tersebut, Bupati juga meminta data mahasiswa Blora yang sedang menempuh kuliah disana untuk memetakan potensi pendidikan tinggi para mahasiswa dengan beragam latar belakangnya. (HS-08).

Share This

Pasang Harga Tinggi, Kounde Gagal Pergi

Siswa Masuk Sekolah, Usaha Konfeksi di Kudus Mulai Menggeliat