Manfaatkan Momentum Hari Teater Sedunia Untuk Gairahkan Semangat Berkesenian Di Tengah Pandemi

Pertunjukan teaterikalisasi puisi Teater Semut Kendal guna memperingati Hari Teater Sedunia digelar di Balai Kesenian Rakyat Kendal.

 

HALO KENDAL – Teater Semut Kendal menggelar pertunjukan monolog dan teaterikalisasi puisi “Membaca dalam Kamar Gelap”, dalam rangka memperingati Hari Teater Sedunia yang diperingati setiap tanggal 27 Maret di Balai Kesenian Rakyat (BKR) Kendal, Minggu lalu (28/3/2021).

Teaterikalisasi puisi yang dipentaskan, diinspirasi dari antalogi puisi karya Sofiyan yang notabene anggota Teater Semut Kendal.

Ketua Teater Semut Kendal, Syukron mengatakan, dalam kegiatan ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa berkesenian tetap bisa dilakukan meski dalam masa pandemi Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah Teater Semut bisa kembali berekspresi dan berkarya meski dengan banyak wajah baru dan di tengah pandemi. Pementasan dan diskusi malam ini adalah bukti bahwa seniman-seniman Kendal punya keinginan kuat untuk terus mengembangkan kesenian, dan itu harusnya mendapatkan dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.

Syukron menambahkan, setelah kegiatan ini Teater Semut akan berkomitmen menjadikan Kendal sebagai kiblat kesenian di Jawa Tengah.

Teaterikalisasi Puisi “Membaca dalam Kamar Gelap” menghadirkan beberapa tokoh seniman dari berbagai komunitas seni di Kendal.

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, Plt Camat Kota Kendal, Adi Muktianto, serta Anggota DPRD Kendal, Gus Tommy.

Sementara itu, Ketua Panitia, Agus Tri Prasetyo mengatakan, dia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi seniman lain untuk tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah acara peringatan hari teater sedunia dan pertama kali diadakan di Kabupaten Kendal ini berjalan lancar. Kami bangga bisa pentas secara langsung. Adanya pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak berkesenian,” ungkapnya.

Pementasan sendiri berlangsung dua jam, dan dibagi dalam tiga sesi. Yakni teaterikalisasi puisi oleh Teater Semut Kendal, dilanjutkan pembacaan puisi secara maraton oleh komunitas seni Kendal, dan diakhiri dengan pentas monolog dan diskusi seni.

Dalam kesempatan ini Anggota DPRD Kendal, Muh Tommy Falurahman atau yang akrab disapa Gus Tommy juga turut membacakan puisi karya Sofiyan berjudul “Inikah Rindumu”.

“Saya sangat mendukung kreatifitas anak-anak muda dari Teater Semut Kendal. Sebenarnya hari ini saya juga ada acara di tempat lain, namun karena bolone dewe sing njawil ya saya sempatkan datang,” kata Gus Tommy.

Setelah pembacaan puisi dari tamu undangan, dilanjutkan dengan pertunjukan monolog berjudul “Lathi” adaptasi naskah “Mulut” Putu Wijaya, sutradara Nasori dan diperankan Rani.

Acara ditutup dengan diskusi dan obrolan santai para undangan yang hadir, dengan mengangkat tema perkembangan kesenian Kendal.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.