Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Kolam Pemancingan, Upaya Arizal Bertahan di Masa Pandemi

Tempat pemancingan milik Arizal di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel.

 

HALO KENDAL – Di tengah masa pandemi Covid-19, ditambah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), banyak muncul ide kreasi dari masyarakat untuk menciptakan usaha. Meski dengan keterbatasan modal maupun sarana pendukungnya.

Adalah Arizal (35) warga Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, yang memanfaatkan lahan samping rumahnya dengan, budi daya ikan nila.

“Saya jadikan lahan kosong 24 x 6 meter di samping rumah, dengan membuat kolam pemancingan yang saya taburi ikan nila,” ujarnya kepada halosemarang.id, Sabtu (16/1/2021).

- Advertisement -

Diceritakan, ide membuat kolam pemancingan tersebut muncul secara tiba-tiba. Meski dirinya mengaku, tidak memiliki pengetahuan tentang budi daya ikan.

Awalnya, Arizal yang harus berhenti bekerja akibat pabrik tempat dia bekerja terbakar, dituntut berfikir untuk tetap bertahan hidup di tengah pandemi. Maka Oktober 2020 lalu, dia memutuskan untuk menyulap lahan kosong di samping rumahnya menjadi kolam ikan.

“Saya niat dan saya coba. Ternyata di luar dugaan, respon dari masyarakat sekitar sangat besar. Dan Alhamdulillah, warga sekitar berdatangan untuk mancing di kolam saya ini,” ungkap Arizal.

Menurutnya kolam pemancingan yang dia namai “Tiga Putri” ini, karena dia mempunyai tiga anak perempuan.

Arizal juga mengaku, dalam membuka usaha pemancingan, dirinya tidak terlalu banyak dalam mengambil keuntungan.

“Pemancing cuma saya kenai biaya untuk pembelian ikan hasil pancingannya, sebesar Rp 35 ribu/kilogram. Namun ada juga dengan sistem ke pelanggan, berapapun hasil ikan yang ia dapat, cukup bayar Rp 35 ribu untuk sehari bagi pemancing,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mendapatkan ikan, dirinya mengaku mendatangkan ikan dari daerah Klaten, yang dipesan dan diantar ke rumahnya.

Kolam Pemancingan “Tiga Putri” yang terlihat masih sangat sederhana, namun cukup menarik perhatian orang yang lewat. Selain itu, lokasinya mudah dijangkau.

Karena lokasinya berada di dekat jalan yang menjadi penghubung antardesa, yakni jalan tembus Ngampel – Sudipayung.

“Saya juga menjadi anggota Paguyuban UMKM Kecamatan Ngampel, agar bisa mendapatkan bimbingan dan pengetahuan bagaimana mengembangkan usaha saya di tengah masa pandemi ini,” imbuhnya.

Dari bisnis kolam pemancingan ternyata melebar ke penjualan ikan mentah atau masak. Di mana, ikan bakar per kilo, ia jual dengan harga Rp 67 ribu per kilo, dengan sistem pelayanan antar sampai ke rumah pemesannya.

Tidak hanya itu saja, ia pun mempunyai ide untuk membuka warung kecil-kecilan yang menyediakan minum, rokok atau masakan ikan segar, yang dibutuhkan para pemancing ikan.

“Tapi saat ini, saya belum memiliki modal untuk buka warung. Namun saya yakin modal itu pasti akan datang bila Allah mengizinkan,” ungkapnya.

Yang terpenting, kata Arizal, dalam masa Pandemi Covid 19 ini masih bisa makan setiap hari dengan usaha yang dirintisnya baru berjalan sekitar empat bulan ini.

“Saya sebelumnya pernah kerja jadi tukang las, pernah juga jadi tani, dan terakhir saya kerja jadi buruh pabrik. Tapi karena pabrik tempat kerja saya terbakar saat itu, jadi saya mencari kerjaan dan peluang yang lain,” pungkas Arizal.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.